Rembang, Rembangcyber – Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Berbagai aplikasi berbasis AI semakin mudah diakses dan dimanfaatkan dalam proses belajar. Namun, kemudahan tersebut menyisakan tantangan baru. Banyak peserta didik mampu menggunakan teknologi, tetapi belum memahami bagaimana teknologi itu bekerja.
Persoalan tersebut menjadi titik tolak penelitian yang dilakukan Anisa Rahmanti, guru SMK Negeri 1 Rembang. Melalui penelitian berjudul TILAS (TinyML-based Identification of Lasem Batik Motifs), ia menawarkan pendekatan pembelajaran kecerdasan artifisial yang memadukan teknologi dengan budaya lokal, yakni Batik Tulis Lasem.
Gagasan tersebut lahir dari kebutuhan menghadirkan pembelajaran AI yang tidak berhenti pada penggunaan aplikasi siap pakai. Menurut Anisa, peserta didik perlu memahami proses di balik lahirnya sebuah sistem kecerdasan artifisial, mulai dari pengumpulan data, pelabelan, pelatihan model, hingga evaluasi hasil prediksi. Pemahaman tersebut menjadi fondasi penting agar peserta didik tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap cara kerja sistem kecerdasan artifisial.
Dalam penelitian ini, Batik Tulis Lasem dipilih bukan hanya karena merupakan warisan budaya khas pesisir utara Jawa, tetapi juga karena memiliki keragaman motif dengan karakter visual yang kuat. Motif seperti Latohan, Burung Hong, Sekar Jagad, Gunung Ringgit, dan Watu Pecah menyediakan variasi pola yang dapat dimanfaatkan sebagai data pembelajaran pengenalan citra (image recognition). Dengan demikian, budaya lokal tidak hanya berfungsi sebagai objek pelestarian, tetapi juga menjadi konteks pembelajaran teknologi modern.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui TILAS, sebuah media pembelajaran berbasis Tiny Machine Learning (TinyML). Berbeda dengan pembelajaran AI yang umumnya menggunakan aplikasi siap pakai, TILAS mengajak peserta didik mengikuti seluruh proses pengembangan sistem kecerdasan artifisial. Mereka mengumpulkan foto motif batik, melakukan pelabelan data, melatih model, menguji hasil prediksi, hingga memperbaiki kesalahan yang ditemukan selama proses pengembangan.
Penelitian ini melibatkan 108 peserta didik yang bekerja secara berkelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu mengenali motif Batik Lasem dengan tingkat ketepatan sekitar 90 persen dan dapat dijalankan menggunakan perangkat ESP32-CAM tanpa memerlukan koneksi internet. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran kecerdasan artifisial dapat dilaksanakan menggunakan perangkat yang relatif sederhana sehingga lebih mudah diterapkan di sekolah.
Yang tidak kalah penting, penelitian ini menunjukkan perubahan cara pandang peserta didik terhadap kecerdasan artifisial. Mereka tidak lagi melihat AI sebagai teknologi yang bekerja secara otomatis, melainkan sebagai sistem yang dibangun melalui kualitas data, proses pembelajaran, dan evaluasi yang berkelanjutan. Kesalahan dalam pelabelan data maupun pengambilan gambar justru menjadi bagian penting dari proses belajar karena membantu peserta didik memahami bagaimana sebuah model dapat terus disempurnakan.
Temuan tersebut memberikan pesan yang lebih luas bagi dunia pendidikan. Integrasi budaya lokal dengan teknologi modern bukan sekadar memperkaya metode pembelajaran, tetapi juga membangun relevansi antara materi yang dipelajari dengan lingkungan peserta didik. Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu harus bertumpu pada fasilitas yang mahal, melainkan dapat berangkat dari potensi lokal yang dimiliki setiap daerah.
Melalui TILAS, Batik Lasem memperoleh makna baru, tidak hanya sebagai warisan budaya yang dijaga keberadaannya, tetapi juga sebagai media untuk membangun literasi kecerdasan artifisial. Penelitian ini memperlihatkan bahwa budaya dan teknologi bukan dua kutub yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat saling menguatkan dalam membentuk pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital Indonesia. Am/Red













