REMBANG, REMBANGCYBER– Rumah Sakit Telogorejo Semarang membuka layanan program bayi tabung dengan biaya mulai Rp39 juta untuk satu siklus. Layanan ini menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan setelah menjalani pemeriksaan kesuburan.
Hal tersebut terungkap dalam seminar program hamil dan konsultasi bersama dokter spesialis yang digelar RS Telogorejo di Hotel Pollos Rembang, Minggu (4/10/2026).
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, Dr. dr. Vannya Dewi Puspitasari, Sp.O.G., Subsp. F.E.R., mengatakan masalah infertilitas dapat berasal dari pihak suami maupun istri.

Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 40 persen kasus infertilitas disebabkan faktor pria. Sebanyak 40 persen lainnya berasal dari faktor wanita. Sedangkan 20 persen belum diketahui penyebabnya.
“Dari pria misalnya spermanya, kita cek apakah jumlahnya kurang atau geraknya kurang. Kalau istri, apakah di salurannya ada tumor atau kista yang menghambat sperma masuk ke rahim atau sel telur yang tidak matang,” jelas Vannya.
Menurutnya, gangguan hormon juga dapat menyebabkan sel telur tidak berkembang secara optimal.
Karena itu, pasangan yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan perlu menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Jika ditemukan kondisi yang sesuai, program bayi tabung dapat menjadi salah satu pilihan.
Dalam proses bayi tabung, tim medis melakukan pemeriksaan dan seleksi embrio untuk mendapatkan kualitas terbaik.
Vannya menegaskan, orang tua tidak diperbolehkan memilih jenis kelamin calon bayi dalam program tersebut.
“Untuk jenis kelamin bayi, orang tua tidak boleh memilih,” tegasnya.
Direktur Pemasaran SMC Rumah Sakit Telogorejo Semarang, Diana Loretta, mengatakan layanan bayi tabung di rumah sakit tersebut rata-rata melayani 10 hingga 15 pasien setiap bulan.
Biaya program dimulai dari Rp39 juta untuk satu siklus. Prosesnya berlangsung sekitar dua minggu. Namun, biaya tersebut dapat bertambah sesuai kondisi medis dan tindakan yang dibutuhkan pasien.
“Start mulai Rp39 juta. Satu siklus itu kira-kira dua mingguan. Tapi semua tergantung kondisi. Kalau belum berhasil dan membutuhkan operasi, biaya bisa bertambah,” terang Diana.
Seminar tersebut juga menghadirkan pengalaman Zulfia, warga Kecamatan Pamotan, Rembang, yang berhasil mendapatkan keturunan melalui program bayi tabung di RS Telogorejo.
Zulfia bersama suaminya telah menanti kehadiran anak selama sembilan tahun. Berbagai upaya program kehamilan alami di Pati, Rembang, dan Kudus telah ditempuh. Namun, belum membuahkan hasil.
Pasangan tersebut akhirnya memutuskan menjalani program bayi tabung di RS Telogorejo Semarang.
Prosesnya dimulai pada April 2024. Zulfia kemudian dinyatakan positif hamil pada Desember 2024.
“Mulai April 2024. Positif hamil 2024. Sekarang anak telah berusia 13 bulan,” kisahnya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Soesi Haryanti, mengapresiasi seminar yang digelar RS Telogorejo.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memperluas pengetahuan masyarakat sekaligus mendekatkan informasi layanan kesehatan dari dokter spesialis.
“Apalagi ternyata banyak pasien dari Rembang yang berobat di RS Telogorejo. Harapan kami, memberikan manfaat sekaligus menambah pengetahuan bagi masyarakat, terutama dari sisi perencanaan, kelahiran, hingga tumbuh kembang anak,” tandasnya. ABA/Red












