Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Gus Obi' (kiri) saat menemui para tamu di kediamannya. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, SULANG - Ribuan warga menghadiri haul ke-25 almarhumah Hj Shofiyah Syahid, istri pertama KH Ahmad Syahid bin Sholihun rahimahullah, pendiri Pondok Pesantren Alhamdulillah, Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Ahad (9/6/2019) sore.

Haul ini dihadiri sejumlah tokoh diantaranya Katib 'Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Anggota DPR RI asal Lasem, Rembang, Muhammad Arwani Thomafi (Gus Aang).

Kegiatan haul dipusatkan di halaman Pondok Pesantren Alhamdulillah.

Sepintas, peringatan haul di Pondok Alhamdulillah berjalan biasa layaknya haul-haul di tempat lainnya. Namun jika ditelusuri lebih mendalam, ada kekhasan yang tersaji di sini.

Oleh pihak keluarga--Nyai Hj Nur Rohmah Syahid--hadirin disediakan jamuan makan sebagai bentuk memuliakan tamu seperti yang dilakukan oleh Kiai Syahid semasa hayat.

Makam Nyai Shofiyah Syahid berdampingan dengan makam Kiai Syahid di komplek Ponpes Kemadu. (Rom/Rembangcyber)
"Ini kekhasan Pondok Kemadu sejak dulu. Jangankan acara haul seperti ini, pada hari biasa pun semua tamu diaturi daharan ala kadarnya. Ini sudah sejak dulu semasa Abah (Kiai Syahid) masih sugeng," terang seorang santri yang enggan disebut namanya.

Terkait ketokohan Ibu Nyai Shofiyah Syahid, Katib 'Aam PBNU
 KH Yahya Cholil Staquf atau yang biasa disapa Gus Yahya mengatakan bahwa Nyai Shofiyah merupakan sosok wanita hebat yang  setia mendampingi Mbah Syahid dalam merintis pondok dan mengajar masyarakat dan para santri belajar tentang agama Islam.

"Nyai Hj Sofiyah wafat pada usia 73 tahun, tepatnya pada Mei 1994. Semasa hayat, beliau sangat total membantu Kiai Syahid mengembangkan pondok," terangnya.

Pada kesempatan lain, Gus Yahya pernah bercerita terkait kiprah Nyai Syahid yang dia dapatkan langsung baik dari Nyai Shofiyah maupun Kiai Syahid semasa hayat.

KH Yahya Cholil Staquf yang juga pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang mengisahkan bahwa Mbah Kiai Syahid Kemadu menikah dengan Mbah Nyai Shofiyah yang saat itu usianya jauh lebih sepuh.

Nyai Nur Rohmah Syahid (kiri) dan Neng Sa (kanan). (Dok Ponpes Kemadu)
Dikatakan Gus Yahya, pada waktu Mbah Syahid sunat atau khitan di usia kanak-kanak, Mbah Shofiyah sebagai tetangga  bersama-sama perempuan-perempuan dewasa lainnya sudah ikut membantu orang tua Mbah Syahid mempersiapkan masakan untuk kondangan. Hal itu menunjukkan perbedaan usia yang terpaut jauh antara Mbah Kiai Syahid dengan Nyai Shofiyah.

Dalam perjalanannya, Mbah Syahid sangat menghormati sang istri.

Nyai Shofiyah bukanlah perempuan biasa melainkan perempuan hebat yang rela berkorban untuk mendukung kiprah sang suami mencerdaskan masyarakat.

Dikatakan Gus Yahya, pernah suatu ketika Kiai Syahid berkata. "Orang-orang itu salah sangka, dikiranya aku ini keramat. Padahal yang punya keramat itu sebenarnya ya Nyai (Mbah Shofiyah-red). Aku bisa begini ini karena Nyai. Kalau bukan karena dia, mustahil aku bisa istikamah," cerita Gus Yahya menirukan Kiai Syahid.

Bagi masyarakat Desa Kemadu Kecamatan Sulang saat itu, Nyai Shofiyah tergolong kaya-raya. Kebun dan sawahnya luas. Nyai Shofiyah mewakafkan lahan untuk membangun pesantren bagi Kiai Syahid, suaminya. Tak hanya itu, Nyai Shofiyah juga merelakan hasil panen pertaniannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Singkat kata, dengan dukungan Nyai Shofiyah, Mbah Syahid bisa fokus dan istikamah mengajar santri dan masyarakat, tanpa harus terbebani urusan ekonomi keluarga.

Pondok Kemadu sendiri didirikan sekira era 1970-an oleh KH Ahmad Syahid bin Sholikhun bersama istri pertamanya, Nyai Shofiyah. Pondok ini terletak di Jalan Rembang-Blora KM 14, tepatnya di Desa Kemadu Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang.

Sepeninggal Nyai Shofiyah, Kiai Syahid menikah dengan Nyai Hj Nur Rohmah Syahid dan dikaruniai dua orang putra yakni Rabbi’ Lutfi (Gus Obi') dan Safiqoh Samiyah (Neng Sa).

Pada Jumat, 3 September 2004, Kiai Syahid wafat pada usia 78 tahun. Kia Syahid dimakamkan di sebelah pusara istri pertamanya, Nyai Shofiyah yang berada di komplek pondok.

Sepeninggal Kiai Syahid, Pondok Kemadu diasuh dan dipimpin oleh Nyai Hj Nur Rohmah Syahid. Saat itu, Gus Obi' dan Neng Sa masih kecil.

Saat ini, Gus Obi' masih mondok di sebuah pesantren ternama di Pare. Ia juga tengah menyelesaikan studi S-1 di sebuah perguruan tinggi ternama di Malang.

Usai merampungkan studinya, Gus Obi' berencana membantu ummi--panggilan Gus Obi' kepada Nyai Hj Nur Rohmah--nggulowentah santri-santri di Pondok Pesantren Kemadu melanjutkan perjuangan Sang Ayah, Kiai Syahid. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Ketum Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (tengah) bersama Gus Hanies (kiri) dan pengusaha air minum isi ulang, Izzudin (kanan) saat open house di kediaman Gus Yaqut. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, KOTA - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mendapat wakaf tanah dari salah seorang pengusaha air minum isi ulang Rembang, Izzudin.

Pengusaha sukses yang juga Bos Apotek Stasiun ini mewakafkan  tanahnya seluas sekira 700 meter persegi yang berada di tepi Jalan Lingkar Galonan-Pentungan turut tanah Desa Pulo Kecamatan Rembang kepada PC Ansor Rembang.

Ikrar wakaf dilaksankan di kediaman Ketua Umum GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut saat acar open house Ketum Ansor dengan jajaran pengurus harian PC GP Ansor Rembang, Kamis (13/6/2019) malam.

Disaksikan Gus Yaqut dan segenap jajaran pengurus PC Ansor Rembang, Izzudin mengikrarkan wakaf tanahnya untuk kepentingan Ansor kepada Ketua PC GP Ansor Rembang, M Hanies Cholil Barro'.

"Nagalap berkah. Kami wakafkan untuk PC Ansor Rembang. Kami berharap bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat dengan sebaik-baiknya " ucap Izudin, Kamis (13/6/2019).

Ketua PC Ansor Rembang, M Hanies Cholil Barro' atau yang biasa dipanggil Gus Hanies mengatakan dirinya mewakili seluruh kader dan jajaran pengurus Ansor Rembang mengaku sangat berterimakasih atas pemberian tanah wakaf tersebut.

"Mewakili seluruh kader, kami mengucapkan terimakasih semoga mendapatkan keberkahan dari Allah. Kedepannya di atas tanah wakafan ini, kami ingin membangun gedung  serbaguna dan fasilitas lainnya untuk pengembangan organisasi Ansor sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Rembang," ucap Gus Hanies.

Pada kesempatan itu, Ketum Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas atau biasa disapa Gus Yaqut mengingatkan kepada semua kader untuk tidak lelah mekakukan kaderisasi dan terus berkhidmah kepada bangsa dan negara.

"Sekali lagi kami tegaskan, Ansor adalah masa depan NU dan NU masa depan. Karenanya, sahabat-sahabat dituntut untuk  terus mengembangkan potensi diri dan jangan pernah lelah mencintai bangsa Indonesia. Ini (pemberian wakaf-red) menunjukkan kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap peran Ansor dalam mengembangkan Islam yang ramah, toleran dan moderat untuk keutuhan bangsa dan negara Indonesia," tegasnya. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Anak-anak antusias ikuti takbir keliling di Kecamatan Sulang. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, REMBANG - Umat Islam di berbagai wilayah di Kabupaten Rembang menggelar takbir keliling menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri 1440 H, Selasa (4/6/2019) malam.

Takbir keliling ini berlangsung secara serentak. Masyarakat menggelar acara secara mandiri untuk merayakan hari kemenangan setelah menjalankan puasa Ramadan sebulan penuh.

Takbir keliling berjalan meriah. Semua peserta pawai takbiran menggunakan kendaraan bak terbuka maulai kol  hingga trailer yang dihias berbagai pernak-pernik lampu, dengan perlengkapan sound system dan seperangkat alat musik.

Warga antusias menyambut peserta takbir keliling. Ribuan warga memadati sepanjang rute yang dilalui.

Di Kecamatan Sulang misalnya, puluhan kendaraan trailer terlibat dalam kegiatan takbir keliling. Aparat Polsek Sulang bersama Koramil Sulang sigap mengamankan kegiatan takbir sehingga kegiatan berjalan lancar.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso pimpin langsung pengamanan malam takbiran di Pantura Rembang. (Dok Humas Polres)
Hal sama juga tampak di Kecamatan Rembang. Puluhan kelompok remaja masjid dan musala menggelar takbir keliling.

Saat berkeliling, peserta mengumandangkan takbir dan sesekali diiringi musik bernuansa islami.

Banyaknya kelompok masyarakat yang melakukan takbir keliling, membuat suasana di malam perayaan menyambut datangnya Idulfitri semakin meriah.

Di Kota Rembang, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso memimpin langsung pengamanan malam takbiran. Pemantauan dilakukan di depan Pos Mudik Induk di Alun-Alun Rembang.

"Kita berikan rasa aman kepada seluruh masyarakat termasuk memberikan pengamanan untuk ketertiban takbir keliling. Kita terjunkan 120 personel untuk mengamankan jalannya takbir keliling malam ini. Anggota siaga di setiap jalur yang dilalui oleh pawai takbir keliling. Ahamdulillah semua bisa berjalan lancar dan aman," terang AKBP Pungky. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Penampilan Lappas Lasem. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, KOTA - Kelompok Thong-Thong Lek Wangsit Gumelar (Wagu) asal Tawangsari Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang tampil sebagai juara Festival Thong-Thong Lek Kabupaten Rembang 2019 yang digelar Sabtu (1/6/2019) malam.

Juara dua diraih kelompok Gondorase asal Desa Banyudono Kecamatan Kaliori. Sedangkan juara tiga diraih kelompok Gangprat Dukuh Waru Lor Desa Waru Kecamatan Rembang.

Juara harapan pertama, kedua, dan ketiga,  masing-masing diraih oleh Lapas (Lasem), Bobota (Tawangsari, Kelurahan Leteh) dan Pagoda (Desa Pragu, Kecamatan Sulang).

Juara pertama mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp4 juta, juara dua Rp3 juta dan juara tiga Rp2,5 juta. Sementara harapan pertama, kedua, dan ketiga, mendapat hadiah masing-masing Rp1,5 juta rupiah.

Tahun ini, Festival Thong-Thong Lek diikuti 26 grup dari berbagai daerah. Para peserta memamerkan kebolehannya memainkan alat penggugah sahur sambil bernyanyi dari titik start di Perempatan Jaeni, Jalan Kartini Rembang hingga Gedung Haji, Jalan Pemuda Rembang,

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan, Festival Thong-Thong Lek tahun ini berbeda dari penyelenggaraan -penyelenggaraan sebelumnya.

“Thong-Thong Lek ini menjadi kebudayaan yang harus kita lestarikan. Tahun ini dibikin berbeda, karena kondisi bangsa kita perlu ada antisipasi pasca Pemilu. Biasanya dua malam, babak penyisihan dan final, kali ini kita ringkas semalam. Ini semuanya demi kepentingan Kabupaten Rembang dan bangsa kita, “ ujar Hafidz.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto mengatakan Festival Thong-thong Lek merupakan kekhasan lokal yang harus dilestarikan.

“Festival Thong-Thong Lek sudah menjadi tradisi di Rembang, karena itu, ini kita lestarikan. Festival ini dibiayai oleh anggaran APBD Kabupaten Rembang tahun 2019. Diambil 6 pemenang. Bagi peserta yang tidak mendapatkan juara, kita berikan uang partisipasi sebagai wujud terimakasih pada mereka yang turut melestarikan tradisi ini," terang Dwi Purwanto.

Festival Thong-thong Lek merupakan hiburan tahunan yang diminati warga. Ribuan orang menyemut di sepanjang rute yang dilalui peserta. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santoso buka bersama dengan awak media, Kamis (30/5/2019). (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, KOTA - Polres Rembang, Jawa Tengah, bertekad memberikan pelayanan terbaik untuk kenyamanan pemudik yang melintas di Jalur Pantura Rembang, Jawa Tengah.

Pelayanan tersebut meliputi layanan cek kesehatan gratis, penyediaan air minum kemasan dan makanan ringan serta pijat dan wifi gratis  yang disiapkan di posko mudik yang tersebar di 6 titik di sepanjang Jalur Kaliori-Sarang.

“Di setiap posko, kami sediakan minuman dan makanan ringan. Tujuannya untuk membantu para pemudik yang  kehausan karena menempuh perjalanan jauh. Selain itu kami juga menyediakan obat-obatan dan jamu tradisional untuk menghilangkan pegal atau capek,” ucap Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso didampingi Wakapolres  Kompol Sumaryono, saat berbuka puasa bersama sejumlah awak media, Kamis (30/5/2019) petang.

Kapolres Pungky menambahkan, pihaknya juga menyediakan layanan pijat capek, cek kesehatan dan wi-fi secara gratis.

"Kita siapkan juga layanan medis, toilet, tempat salat, tempat istirahat, tempat parkir, dan wi-fi gratis. Khusus di posko induk di Alun-alun Kota Rembang, kita berikan layanan pijat refleksi  gratis. Di sana kita sediakan mesin pijat. Namun jika menginginkan pijat manual juga disediakan, tetapi harus membayar jasanya," imbuhnya.

Terkait potensi kemacetan, Kasatlantas Polres Rembang, AKP Roy Irawan mengatakan Jalur Pantura Rembang selama arus mudik diprediksi akan lancar.

"Jalur Pantura Rembang, sepanjang 65 kilometer siap dilintasi pemudik. Titik rawan selama arus mudik, kita prediksi tidak ada. Kemungkinan kemacetan terjadi saat Pesta Kupatan pada H +7. Tapi nanti kita sudah siapkan rekayasa lalulintasnya," ucap Kasatlantas Roy Irawan.

Saat ini, kondisi arus mudik Pantura Rembang terpantau lancar. Beberapa kendaraan dengan plat nomor luar kota terpantau mulai melintasi jalan raya di Kabupaten Rembang. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Ngaji Generasi Milenial Anti Radikalisme di SMAN 1 Lasem. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, LASEM - Forum Lintas Profesi menggelar Kegiatan Sarasehan "Ngaji Generasi Milenial Anti Radikalisme" di Aula SMA N 1 Lasem, Rabu (29/5/2019) sore.

Kegiatan diikuti ratusan peserta yang didominasi para pelajar dari berbagai sekolahan diantaranya SMA N 1 Lasem, Aviecena, Muhammadiyah dan lainnya.

Peserta mendapatkan berbagai pengetahuan baru untuk menolak ekstremisme, radikalisme.

Sarasehan dikemas sederhana dan ditutup dengan buka puasa bersama.

Narasumber Muhammad Nadhif Shidqi kepada peserta bercerita tentang kondisi pada tanggal 21-22 Mei 2019 lalu di depan Kantor Bawaslu Pusat.

Dari ilustrasi kejadian tersebut, selanjutnya ia menjabarkan materi tentang ekstrimisme, radikalisme dan militansi.

"Ekstremisme, radikalisme dan militansi itu harus diartikan kata perkata. Ekstrem itu sesuatu yang yang bermakna terlalu (berlebihan). Sikap ekstrem itu tidak baik karena melebihi batas. Radikal itu di dalamnya mengandung makna merubah yang ujug-ujug (secara tiba-tiba, red). Ekstremisme dan radikalisme harus dihindari," paparnya.

Selanjutnya ia menjelaskan tentang arti militansi yang merupakan simbol kebersamaan dalam hal menjunjung tinggi nilai-nilai yang luhur.

"Militansi merupakan sebuah sikap yang harus dimilki oleh setiap anggota oragnisasi maupun instansi untuk selalu menjunjung tinggi nama baik. Militansi ini bagus. Militansi ini bisa dimiliki oleh adik-adik tanpa mengedepankan sikap radikal. Sehingga nantinya bisa militan membela almamater," jelasnya.

Gus Nadhief menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mempererat tali persaudaraan dan persatuan NKRI  adalah mengembangkan sikap toleransi yang kuat sehingga ke depannya Indonesia bisa menjadi negara yang kuat.

Sementara itu, narasumber lainnya, Sekretaris GP Ansor Rembang, Pujianto menegaskan pentingnya membentengi para pelajar dan generasi muda dari hal negatif khususnya terkait radikalisme.

"Saat ini pelajar SMA, SMK bahkan mahasiswa menjadi jadi target lahan basah untuk direkrut menjadi gerakan radikal baik itu dengan balutan agama maupun komunitas. Itu harus dicegah dan dibentengi dengan memberikan pemahaman yang benar terkait bahaya radikalisme. Oleh sebabnya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelajar dan siswa untuk membentengi dari faham radikalisme itu sendiri," terangnya.

Terkait bahaya hoaks, Guru dari SMA N 1 Lasem, Imron Wijaya mengimbau kepada siswa-siswinya untuk berhati hati dalam menyikapi pemberiataan yang ada di media sosial.

"Medsos memang saat itu (21-22 Mei) sengaja dibatasi sebab nanti bisa menyebarkan hoaks dan lainnya. Sekarang bisa mudah masuk penjara melalui ketikan jari di medsos. Kalau dulu dengan ucapan, tapi kali ini dengan jari bisa mengantarkan ke penjara jika medsos tak dimanfaatkan dengan positif dan baik," ucapnya. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
PMII Rembang Serukan Indonesia Bersatu  (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER NET, KOTA - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Rembang menggelar aksi seruan Indonesia Bersatu di Bundaran Tugu Adipura yang berada di depan Gedung DPRD Kabupaten  Rembang, Rabu (29/5/2019) sore.

Dengan membentangkan berbagai spanduk dan poster mereka berorasi mengajak kepada masyarakat pengguna jalan untuk tetap menjaga perdamaian dengan tidak terprovokasi berita hoak yang sengaja dihembuskan oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab.

Koordinator aksi Farid Muhhamad Nur Azmi mengatakan aksi yang dilakukan bertujuan untuk menjaga kerukunan sesama anak bangsa pasca Pemilu serentak 17 April 2019.

Dalam aksi tersebut PMII Rembang juga menyatakan sikap tidak berpihak kepada kubu 01 maupun 02, namun berpihak kepada rakyat. Selain itu, PMII juga mendesak kepada Presiden Jokowi dan Prabowo untuk segera bertemu guna untuk melakukan rekonsiliasi.

"Kami juga mengajak kepada kubu 01,02 dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menyerahkan dan mendukung sepenuhnya  proses Pemilu kepada lembaga yang telah di tunjuk oleh konstitusi. Kami juga menolak people power dan mendukung pemerintah untuk mengusut tuntas pelaku dan dalang kerusuhan di Jakarta saat demo besar-besaran pada 22 mei 2019," ucapnya.

Setelah berorasi, puluhan anggota PMII melanjutkan aksinya dengan berjalan kaki menuju Perempatan Zaini Rembang.

Aksi diakhiri dengan membagikan takjil kepada pengguna jalan. (Rom)