Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Ketua Leprid, Paulus Pangka berikan Penghargaan kepada Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto. (Aba/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, KOTA - Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan penghargaan kepada Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto atas prestasinya sebagai pelopor program kemitraan Polri, TNI dan pemerintah dengan pemuda melalui launching Milenial Penjaga Rembang (MPR) di Pendapa Museum Kartini Rembang, Sabtu (15/2/2020).

Ketua umum sekaligus pendiri Leprid, Paulus Pangka mengatakan, Kapolres Rembang AKBP Dolly layak mendapat penghargaan kategori pertama atas kepeloporannya dalam mewujudkan sinergitas antara kaum milenial dengan Polisi, TNI dan pemerintah.

"Ini merupakan program inovatif. Selain MPR, juga ada Door to Door Pak Kades (Dadi Pas). Kami juga mencatat Kapolres Rembang merupakan Kapolres pertama pemrakarsa penciptaan lagu dan video klip Kamtibmas berjudul Ayo Jogo Rembang. Kami mencatatnya dalam rekor Leprid kategori pertama dalam rekor 564, 565 dan 566," ucap Paulus Pangka.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto mengaku sangat bersyukur atas pencapaian rekor Leprid ini.

“Terus terang ini kami tidak memanggil Leprid datang kemari. Namun, karena teman-teman media, sehingga program ini diketahui dan dilirik oleh pihak Leprid," ucap Kapolres Dolly.

Kapolres Dolly menambahkan MPR dan Dadi Pas merupakan upaya agar polisi, TNI dan pemangku kepentingan bisa lebih dekat kepada masyarakat.

"Kami berharap kaum milenial bisa menjadi mitra kami sebagai penjaga kamtibmas di Rembang. Sedang Dadi Pas ini kita akan door to door menyambangi para Kades untuk koordinasi," imbuhnya.

Di Rembang, jumlah generasi milenial  mencapai 160 ribuan dari total jumlah penduduk  630 ribuan orang. Kalau potensi milenial dioptimalkan untuk menjaga dan membangun Kabupaten Rembang, maka dipastikan Rembang akan lebih maju.

Tak hanya Kapolres Rembang, Bupati Rembang H Abdul Hafidz dan Komandan Kodim 0720/Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto turut mendapatkan penghargaan serupa sebagai pendukung suksesnya program MPR. (Aba Tabisa)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
KH Hasjim Asy'ari. (Dok wikipedia)

REMBANGCYBER.net - Berbagai peristiwa penting terjadi pada tanggal 14 Februari, salah satunya yang paling menonjol adalah kelahiran pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh Hasjim Asy'ari.

Guna menambah wawasan, Rembangcyber mengetengahkan sosok KH Hasjim Asy'ari tersebut sebagaimana kami kutip dari wikipedia.org.

Kiai Haji Mohammad Hasjim Asy'ari lahir di Jombang, Jawa Timur, 14 Februari 1871 dan wafat di Jombang 21 Juli 1947 pada usia 76 tahun. Sang kiai selanjutnya dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang.

KH Hasjim As'ari adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia  yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di dunia.

Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren ia dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh yang berarti maha guru.

Silsilah
KH Hasjim Asy'ari adalah putra ketiga dari 10 bersaudara. Ayahnya bernama Kiai Asy'ari, pemimpin Pondok Pesantren yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah.

Sementara kesepuluh saudaranya antara lain: Nafi'ah, Ahmad Saleh, Radiah, Hassan, Anis, Fatanah, Maimunah, Maksum, Nahrawi dan Adnan.

Berdasarkan silsilah garis keturunan ibu, KH Hasjim Asy'ari memiliki garis keturunan dari Sultan Pajang Jaka Tingkir dan juga mempunyai garis keturunan dari raja Majapahit, Raja Brawijaya V (Lembupeteng).

Berikut silsilah KH Hasjim Asy'ari berdasarkan garis keturanan ibu:

KH Hasjim Asy'ari putra Halimah putri Layyinah putri Sihah putra Abdul Jabar putra Ahmad putra Pangeran Sambo putra Pengeran Benowo putra Joko Tingkir (Mas Karebet) putra Prabu Brawijaya V (Lembupeteng).

Ia menikah tujuh kali dan kesemua istrinya adalah putri dari ulama. Empat istrinya bernama Khadijah, Nafisah, Nafiqah, dan Masrurah.

Salah seorang putranya, Wahid Hasyim adalah salah satu perumus Piagam Jakarta yang kemudian menjadi Menteri Agama, sedangkan cucunya, Abdurrahman Wahid, menjadi Presiden Indonesia.

KH Hasjim Asy'ari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, Kiai Utsman yang juga pemimpin Pesantren Nggedang di Jombang. Sejak usia 15 tahun, ia berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren, antara lain Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan Pesantren Siwalan di Sidoarjo.

Pada tahun 1892, KH Hasjim Asy'ari pergi menimba ilmu ke Mekah, dan berguru pada Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, Syekh Ahmad Amin Al-Aththar, Syekh Ibrahim Arab, Syekh Said Yamani, Syekh Rahmaullah, Syekh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Alwi bin Ahmad As-Saqqaf, dan Sayyid Husein Al-Habsyi.

Di Makkah, awalnya KH Hasjim Asy'ari belajar di bawah bimgingan Syaikh Mafudz dari Termas (Pacitan) yang merupakan ulama dari Indonesia pertama yang mengajar Sahih Bukhori di Makkah.

Syaikh Mafudz adalah ahli hadis dan hal ini sangat menarik minat belajar KH Hasjim Asy'ari sehingga sekembalinya ke Indonesia ia mendirikan pesantren yang sangat terkenal dalam pengajaran ilmu hadis.

Ia mendapatkan ijazah langsung dari Syaikh Mafudz untuk mengajar Sahih Bukhari. Syaikh Mahfudz merupakan pewaris terakhir dari pertalian penerima (isnad) hadis dari 23 generasi penerima karya ini.

Selain belajar hadis ia juga belajar tassawuf (sufi) dengan mendalami Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah.

KH Hasjim Asy'ari juga mempelajari fiqih madzab Syafi'i di bawah asuhan Syaikh Ahmad Katib dari Minangkabau yang juga ahli dalam bidang astronomi (ilmu falak), matematika (ilmu hisab), dan aljabar.

Pada masa belajar pada Syaikh Ahmad Katib inilah KH Hasjim Asy'ari mempelajari Tafsir Al-manar karya monumental Muhammad Abduh.

Pada prinsipnya ia mengagumi rasionalitas pemikiran Abduh akan tetapi kurang setuju dengan ejekan Abduh terhadap ulama tradisionalis.

Gurunya yang lain adalah termasuk ulama terkenal dari Banten yang mukim di Makkah yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani. Sementara guru yang bukan dari Nusantara antara lain Syaikh Shata dan Syaikh Dagistani yang merupakan ulama terkenal pada masa itu.

Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, KH Hasjim Asy'ari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad XX.

Pada tahun 1926, KH Hasjim Asy'ari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama. (Tim RC)

Sumber: Wikipedia

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
PWI Rembang foto bersama dengan guru dan siswa SD Negeri Ngajaran, Sale. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, SALE - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang menggelar kegiatan Bakti PWI untuk Negeri di SD Negeri Ngajaran, Kecamatan Sale, Kamis siang (13/2/2020).

Bakti PWI diwujudkan dengan memberikan bantuan bola dan leralatan olahraga, buku bacaan dan penanaman pohon penghijauan.

Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa mengatakan kegiatan Bakti PWI merupakan rangkaian kegiatan  peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-74 yang diselenggarakan PWI Rembang dengan memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah di daerah pelosok yang kurang mendapat perhatian dari pihak terkait.

“Kita ingin terus mendorong budaya menanam, budaya membaca dan budaya olahraga semakin tumbuh berkembang kepada para pelajar. Jika   ini bisa berjalan dengan baik maka dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ucap Musyafa.

SD Negeri Ngajaran merupakan sekolahan yang berada di daerah terpencil. SD ini memiliki banyak kekurangan pada bangunan fisik.

SD satu-satunya di Desa Ngajaran ini, kondisinya memprihatinkan. Terdapat dua ruang kelas yang dikosongkan, karena kondisi bangunan sudah retak sehingga membahayakan siswa jika dipaksakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala SD N Ngajaran, Rukmini mengatakan, karena kerusakan ruang kelas tersebut, pihaknya terpaksa memindahkan siswa kelas I  ke ruang perpustakaan dan siswa kelas II digabung menjadi satu ruangan dengan kelas III dengan menyekat ruang kelas. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar menjadi kurang maksimal.

“Kalau Bu guru menanyakan perkalian, tanyanya ke siswa kelas II yang jawab siswa kelas III atau sebaliknya. Kami sudah mengajukan rehab ruang kelas, tapi belum terealisasi," ucapnya.

Kepala Desa Ngajaran, Ngesti Yulianti yang hadir dalam kegiatan tersebut mengakui, siswa di SD Ngajaran sangat minim yakni 33 siswa. Hal itu disebabkan keberhasilan program KB di desanya.

"Pusat pemerintahan di Dusun Kaliprak. Sedangkan posisi SD Ngajaran cukup jauh dari Kaliprak. Mereka justru senang bersekolah ke Desa Mrayun yang jaraknya lebih dekat. Kalau mau ke sekolah sini, harus menempuh 2 kilometer," ucap Ngesti.

Ngesti menambahkan kondisi sebagian akses jalan menuju Ngajaran juga sudah rusak parah. Ia berharap Pemkab Rembang memberikan perhatian lebih untuk kemajuan desanya. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto didampingi Wakapolres Kompol Tamlikhan dan Kasatresnarkoba Iptu M Edi Sismanto saat gelar perkara di Mapolres Rembang, Kamis (13/2/2020). (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, KOTA - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Rembang berhasil membekuk lima orang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto didampingi Kasatresnarkoba Polres Rembang  Iptu M Edi Sismanto, mengatakan, kelima orang tersebut diamankan dari tempat yang berbeda.
Dari lima pelaku yang diamankan, salah satunya merupakan mantan anggota DPRD Rembang dari Partai Gerindra berinisial HK (37) warga Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto mengatakan HK ditangkap bersama dengan rekannya, DM (19) warga Kabupaten Pati.

"Keduanya ditangkap di WC umum barat Alun-alun Rembang," jelas Dolly dalam jumpa pers di Mapolres Rembang, Kamis (13/2/2020).

Kapolres Dolly menambahkan HK bersama rekannya ditangkap saat bertransaksi narkoba jenis sabu-sabu.

"Dia pemakai. Dari TKP,  kami mengamankan barang bukti berupa 1,58 gram sabu-sabu, alat hisap bong, rokok yang digunakan untuk menyimpan sabu ini, dan HP," imbuhnya.

HK merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Rembang dari Partai Gerindra periode 2014-2019. Pada Pemilu 2019 lalu, HK kembali maju menjadi calon legislatif DPRD provinsi, namun gagal.

Selain HK dan DM, polisi juga meringkus tiga tersangka lainnya dengan dua kasus berbeda.
Mereka adalah RA (23) warga Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. RA ditangkap dari tempat indekos di Kelurahan Magersari Rembang, dengan barang bukti 1 klip plastik berisi sabu-sabu.

Tersangka lainnya RJD (26) warga Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, Jawa Timur dan AAS (28) warga Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang. Keduanya merupakan sopir, ditangkap dari area parkir belakang SPBU Kaliuntu, Desa Pasar Banggi Rembang. Barang bukti yang diamankan 4 paket kecil berisi sabu-sabu.

Saat ini para tersangka mendekam di jeruji tahanan Mapolres Rembang. Atas perbuatannya, mereka terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.

Kapolres Dolly berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati dengan peredaran narkoba yang selalu tertutup.

"Kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati hati karena umumnya masyakat Indonesia itu gampang ikut ikutan.  Sasaran narkoba lebih kepada kaum milenial. Dibutuhkan peran serta orang tua agar senantiasa memantau pergaulan anak-anak mereka agar tidak terjebak ke pusara Narkoba," pungkas Kapolres Dolly. (AM)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Kasatresnarkoba Polres Rembang, Iptu M Edi Sismanto menerima Pengurus Baanar Ansor Rembang, Kamis (13/2/2020). (Rom/Remvangcyber)

REMBANGCYBER.net, KOTA - Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rembang menggelar silaturahmi dengan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang, Kamis (13/2/2020) pagi.

Rombongan  Baanar GP Ansor Rembang yang dipimpin Ketua Baanar, Imam Syarifudin ditemui langsung Kasatresnarkoba Iptu M Edi Sismanto di ruang kerjanya.

Kasatresnarkoba Polres Rembang, Iptu M Edi Sismanto mengaku senang dan berterimakasih atas kehadiran Baanar yang memiliki misi sama yakni memerangi peredaran narkoba yang mengancam masa depan generasi muda.

"Terimakasih sudah silaturahmi. Kedepannya tentu kita bisa membangun kerjasam dengan saling tukar informasi dan berkoordinasi untuk dapat menekan angka kasus penyalahgunaan narkoba di Rembang," ucap Iptu Edi.

Kasatresnarkoba Edi menambahkan, pihaknya siap menjalin kerjasama yang erat dengan Baanar dalam penanggulangan dan pencegahan penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Rembang.

"Wujud kerjasama misalnya nanti kita brsama-sama menggalakkan sosialisasi, pelatihan, seminar, workshop dan lainnya kepada masyarakat agar mereka tahu betul akan bahaya narkoba, terutama kaum pelajar dan generasi muda bahkan sampai anak-anak. Selain itu nanti dari Baanar juga bisa menginformasikan kepada kami setiap ada tanda-tanda yang mencurigakan dari warga yang terindikasi narkoba," imbuh Edi.

Ketua Baanar, Imam Syarifudin mengatakan tujuan silaturahmi diantaranya untuk mengenalkan  Baanar yang merupakan badan semiotonom GP Ansor yang tujuan utamanya untuk berperan aktif melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba, serta pendampingan korban narkoba.

"Alhamdulillah kami bisa silaturahim dengan jajaran Satresnarkoba. Selain untuk mengenalkan Baanar kepada Polres Rembang, kami ingin ada kerjasama yang erat  utamanya untuk tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Mencegah tentu lebih baik dari pada pengobatan," ucap Imam.

Dengan ikhtiar ini, tambah Imam,  Baanar akan mampu memberikan upaya nyata untuk menekan angka kasus narkoba di Rembang.

"Kita tak hanya berhenti di sini, tapi akan kita tindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan nyata di lapngan," pungkas Imam. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto berikan ucapan selamat kepada Ketua PWI Rembang, Musyafa. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, KOTA - Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dimanfaatkan oleh Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto bersama jajaran dengan memberikan kejutan kepada para kuli tinta yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rembang.

Didampingi Wakapolres Rembang Kompol Tamlikhan dan sejumlah Kabag dan Kasat, Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto meluangkan waktu menyambangi sekretariat PWI Rembang yang berada di Kompleks Balai Kartini Rembang, Kamis (11/2/2019) siang sekira pukul 13.30 WIB.

Sontak kehadiran Kapolres  Dolly mengagetkan para jurnalis yang tengah melepas penat usai pulang dari kegiatan Bakti PWI untuk Negeri di SD Negeri Ngajaran Kecamatan Sale. Pasalnya, kehadiran Kapolres Rembang ini tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Yang lebih surprise, Kapolres Rembang bersama jajaran membawa kado istimewa berupa tumpeng lengkap dengan lauknya serta kue tar lengkap dengan lilin yang siap tiup.

Ketua PWI Rembang, Musyafa didaulat meniup lilin dan memotong tumpeng yang sengaja dibawa oleh Kapolres Rembang untuk para pewarta di Rembang.

Kapolres Rembang bersama jajaran berikan tumpeng dan kue tar untuk PWI Rembang. (Rom/Rembangcyber)
Sebagai wujud terimakasih, Musyafa menyerahkan gunungan tumpeng yang telah dipotongnya kepada Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto.

Kepada para pewarta, AKBP Dolly A Primanto mengaku kedatangannya bersama jajaran ingin mengucapkan selamat Hari Pers Nasional ke-74 kepada PWI Rembang sebagai wujud kebersamaan dan sinergitas polisi dan insan pers di Rembang.

"Selamat Hari Pers Nasional. Kami keluarga besar Polres Rembang turut bangga dan ingin mendoakan semoga PWI Rembang menjadi suri tauladan atau menjadi role model bagi PWI di Jawa Tengah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Selama ini sinergitas PWI dengan stakeholder dan masyarakat cukup solid. Usia ke-74 merupakan usia cukup matang sehingga diharapkan bisa memberikan contoh kepada kami Polri, TNI dan Pemkab Rembang serta Masyarakat," ucap Kapolres Dolly.

Ketua PWI Rembang, Musyafa mengaku sangat tersanjung dan berterimakasih atas surprise yang diberikan oleh Kapolres dan jajarannya.

"Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajaran yang telah memberikan kado spesial kepada kami dalam merayakan Hari Pers Nasional. Mohon maaf, bila selama ini kami banyak kekurangan. Semoga hubungan dan kerjasama dengan Polri ke depan semakin solid,” ucap Musyafa.

Selanjutnya, Kapolres dan jajaran beserta para awak media menyantap nasi tumpeng bersama.
Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari bertepatan dengan hari lahirnya organisasi PWI.
(Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Gus Baha' saat menerima waetawan Rembang di kediamannya, Senin (10/2/2020). (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, KRAGAN - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rembang silaturahmi ke kediaman KH Bahauddin Nursalim atau yang populer dipanggil Gus Baha' di Desa Narukan Kecamatan Kragan, Rembang, Senin (10/2/2020) malam.

Rombongan dipimpin Ketua PWI Rembang, Musyafa.

"Pada momentum Hari Pers Nasional (HPN) ke-74 ini, kami ingin ngaji menambah pengetahuan untuk mewujudkan organisasi yang lebih bermartabat.

Dengan ngaji ke Gus Baha’ diharapakan dapatdapat mempe cakrawala pengetahuan para wartawan Rembang dalam menjalankan profesinya. Apalagi banyak  yang mengidolakan Gus Baha' karena keilmuannya yang mendalam dan ngajinya yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah diterima," ucap Musyafa.

Para wartawan foto bersama dengan Gus Baha'. (Rom/Rembangcyber)
Kepada para kuli tinta, Gus Baha' yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizul Quran LP3IA (Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembangan Ilmu Alquran) mengatakan profesi wartawan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

"Di zaman nabi sudah ada. Dulu penyair atau semacam telik sandi yang ditugasi untuk mendapatkan informasi penting. Mereka suruhan raja tertentu, mirip intel. Menariknya informasi yang diberikan ya obyektif.

Dulu memilih pujangga yg paling dikagumi. Tujuannya dapat mempengaruhi masyarakat. Kalau tulisannya bagus ditempelkan di Ka'bah. Kalau di kampung ya di gardu (pos kamling). Kalau dia bilang baik orang lain ikut berkata baik, begitu sebaliknya," ucap Gus Baha'.

Gus Baha" berpesan agar wartawan menjalankan profesinya dengan profesional dan obyektif sehingga dapat mencerdaskan masyarakat.

"Kaidahnya begini, agama itu tidak pernah menghalalkan yang haram, ya nggak pernah mengharamkan yang halal," terang Gus Baha'.

Aktivitas maupun pekerjaan yang digeluti seseorang, imbuhnya lagi, tidak bisa dipandang hanya dari sisi halal atau haram. Halal pun kalau meninggalkan kewajiban yang lebih penting, tetap akan mendatangkan dosa.

“Contohnya saya jagongan sama jenengan, tapi semisal ibu saya koma di IGD. Saya nerima seperti ini juga haram, karena memprioritaskan sesuatu yang nggak penting, mengalahkan yang super penting," pungkas Gus Baha’. (Rom)