Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


Warga antusias terima bantuan air bersih. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, REMBANG - Sebanyak 25 desa di Kabupaten Rembang mulai terdampak kekeringan. 25 desa tersebut tersebar di 13 kecamatan dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Rembang Pramujo mengatakan, cakupan desa terdampak paling serius terjadi di Kecamatan Sulang."

"Ada tujuh desa di Kecamatan Sulang yang terdampak. Ini yang paling parah dibanding kecamatan lain," terangnya kepada wartawan.

Jumlah desa terdampak, dimungkinkan masih bertambah. Pasalanya, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, di Kabupaten Rembang, musim kemarau akan berlanjut hingga akhir Oktober.

Kecamatan Bulu merupakan satu-satunya wilayah yang hingga saat ini belum terdampak. Indikatornya tidak satupun desa di Kecamatan Bulu yang mengajukan bantuan droping air bersih kepada pemerintah. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso saat jumpa pers terkait penangkapan pengedar sabu-sabu. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.net, KOTA - Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Rembang kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Dua sejoli berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Rembang berikut barang  bukti berupa sabu-sabu seberat 7,3 gram saat perjalanan Surabaya-Semarang.

Sepasang kekasih tersebut adalah Moch Arifin (33), warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dan kekasihnya, Wulan Novita Sari (22), warga Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kasatres Narkoba Polres Rembang, Iptu Edi Sismanto tunjukkan barang bukti sabu-sabu. (Rom/Rembangcyber)
Berdasar hasil penyidikan, dua orang ini berperan sebagai pengedar.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengungkapkan sepasang kekasih tersebut akan menikah, pekan depan.

“Hasil penyelidikan mendapati orang ini pengedar. Sabu ini diecer, dijual di sepanjang jalan yang dilalui mulai dari Surabaya menuju ke Semarang. Barang bukti yang diamankan adalah sabu-sabu seberat 7,3 gram,” kata Kapolres Pungky, Selasa (17/9/2019).

Barang bukti Honda Jazz diamankan di Mapolres Rembang. (Rom/Rembangcyber)
Kapolres Pungky menambahkan, modus operandinya, mereka menjual tidak langsung bertatap muka melainkan meletakkan barang haram tersebut di suatu tempat sesuai kesepakatan.

"Sebelumnya, mereka berhubungan melalui telepon dengan pembeli. Setelah selesai transaksi, nomor itu dibuang sehingga tidak terlacak. Setelah uangnya ditransfer, kemudian barang di taruh di suatu tempat misal di bawah pohon. Nanti pembelinya akan mengambil sendiri. Harganya 1 gram sekitar 1,2 sampai 1,5 juta,” tambah Kapolres Pungky.

Kini keduanya berikut barang bukti sabu-sabu dan mobil Honda Jazz warna biru dengan Nomor Polisi
H 1593 BH telah diamankan di Mapolres Rembang.

Keduanya diancam dengan Pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

Kasatres Narkoba Polres Rembang, Iptu Edi Sismanto mengatakan pengungkapan kasus peredaran sabu-sabu ini merupakan pengungkapan dengan barang bukti terbesar delapan tahun terakhir.

"Ini kasus terbesar yang berhasil dibongkar Satresnarkoba Polres Rembang sejak 2011. Kami tidak akan tolerir sedikitpun terkait penyalahgunaan narkoba," terang Iptu Edi. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
REMBANGCYBER.NET, KOTA - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rembang akan menggelar acara Ansor Berselawat, Jumat (13/9/2019) malam di Pondok Pesantren Musthofawiyyah Dusun Ngampo, Desa Sridadi Kecamatan Rembang, Jawa Tengah.

Ketua Ansor Kabupaten Rembang, H Nadhief Sidqi mengatakan kegiatan  tersebut bertujuan untuk menguatkan kembali komitmen bersama, Ansor menjadi Roda Indonesia.

"Ya utamanya kami ingin gelorakan itu. Selebihnya kami ingin membumikan  Islam Nusantara melalui amaliah-amaliah dan tradisi NU yang selama ini terjaga baik di masyarakat salahsatunya dengan gemar berselawat," terang Gus Nadhif.

Terpisah, Ketua Penasehat GP Ansor Rembang, Hanies Cholil Barro' mengatakan, kegiatan Ansor Berselawat  juga akan diisi pelantikan pengurus PC Ansor Rembang masa khidmat 2019-2023.

"Alhamdulillah SK dari pimpinan pusat sudah turun jadi sekaligus pelantikan pengurus baru," terang Gus Hanies.

Pengasuh Pondok Pesantren Musthofawiyyah, KH Kurdi mengaku sangat mendukung diselenggarakannya Ansor Berselawat di pesantrennya.

"Sebuah kehormatan ditempati untuk acara ini. Kami mendukung sepenuhnya. Yang terpenting kader Ansor jangan pernah lelah untuk terus bererak menjaga kiai dan NKRI. Sesuai tema, Ansor harus menjadi roda penggerak pembangunan dan persatuan bangsa," terang Kiai Kurdi.

Rencananya, Ansor Berselawat  menghadirkan Habib Abu Bakar bin Thohir Baagil Assegaf dari Kudus untuk memimpin maulidurrosul dan KH  M Aunullah A'la Habib dari Boyali untuk memberikan tausiyah.

Kegaiatan Ansor Berselawat juga akan dihadiri jajaran pimpinan pusat, pimpinan wilayah dan para tokoh dan kiai  Kabupaten Rembang.

Sedikitntya, 4.000 kader Ansor Banser di Rembang akan meramaikan acara Ansor Berselawat. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
PMII Rembang gelar aksi. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, KOTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII) Kabupaten  Rembang  menggelar aksi demo di Kantor
DPRD setempat, Senin
(10/9/ 2019) pagi.

Mereka  menyampaikan beberapa aspirasi antaralain DPRD  Rembang harus memaksimalkan fungsi legislasi dan pengawasan RAPBD mengingat penyerapan anggaran DPRD untuk kesejahteraan masyarakat masih sangat rendah.

Selain itu, mereka juga menuntut revisi Peraturan Bupati Nomor 24 tahun 2019 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa yang dianggap  menimbulkan masalah serius dan berpotensi menimbulkan kisruh di masyarakat.

Salah seorang koordinator aksi dari Ikatan Alumni PMII Rembang, Mustofinal Akhyar mempertanyakan mengapa anggota DPRD tidak dilibatkan dalam penyusunan peraturan bupati tersebut.

“Mestinya dilibatkan, meski itu hanya pengawasan. Kami tidak menyalahkan sepenuhnya karena DPRD sekarang baru dilantik,“ kata Akhyar.

Menurut Akhyar, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 tahun 2017 memberikan ruang kepada daerah untuk melakukan pengembangan terkait pelaksanaan Pilkades sepanjang aturan itu tidak berbenturan dengan aturan yang lebih tinggi.

"Pada kenyataannya peraturan bupati berbenturan dengan hak asasi manusia (HAM), yakni hak untuk memilih dan dipilih," tambah Akhyar.

Jika Perbup terkait Pilkades dipaksakan dikhawatirkan akan memunculkan banyak calon abal-abal atau calon boneka, sehingga menghasilkan calon terpilih yang tidak aspiratif karena lahir dari demokrasi yang tidak sportif.

PMII menuntut supaya Peraturan Bupati dikaji ulang dan direvisi.

“Mohon dikaji ulang, jangan sampai menimbulkan chaos,“ tandasnya.

Ketua  Sementara DPRD Rembang, Majid Kamil menyatakan hasil koordinasi dengan Pemkab Rembang, mereka sudah menindaklanjuti persoalan ini. Ia menyarankan Pemkab menerima saran-saran dari tingkat bawah, selama tidak menabrak regulasi aturan.

“Makanya saran dari jenengan akan saya bawa. Senin ini mau langsung dibahas. Saya mantau terus, meski nggak ikut membahas. Nah, kita tunggu saja, “ beber Majid Kamil.

Perbup yang dianggap kontroversial antara lain terkait skoring jika balon Kades lebih dari 5 orang. Dalam Perbub tersebut disebutkan, seseorang yang memiliki pengalaman sebagai kepala desa/penjabat kepala desa atau perangkat desa lebih dari 5 tahun mendapatkan skor nilai 50, pengalaman sebagai kepala desa/penjabat kepala desa atau perangkat desa 1-5 tahun skor nilai 30, memiliki pengalaman bekerja sebagai ASN/TNI/Polri dengan skor 20.

Kemudian dari sisi pendidikan, lulusan SMP/sederajat diberi nilai 20, SMA/sederajat 25, diploma 1/2/3/sarjana muda 30, diploma 4/sarjana 35.

Dari sisi umur, bakal calon usia 25-50 tahun diberi nilai 10, usia 50-65 tahun nilai 7 dan usia diatas 65 tahun mendapatkan skor nilai 5. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
REMBANG, REMBANGCYBER.NET - Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindakop dan UMKM) Rembang menggelar bimbingan teknis kemetrologian sekaligus penandatanganan komitmen kerja pembentukan daerah tertib ukur tahun 2019 di Pendopo Museum Kartini, Senin (9/9/2019).

Kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya Pemkab untuk mewujudkan Kabupaten Rembang sebagai daerah terib ukur tahun 2019.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz
 mengatakan Kabupaten Rembang saat ini sedang berkompetisi dengan 13 kabupaten lain untuk ditetapkan sebagai daerah tertib ukur tingkat nasional.

"Tertib ukur merupakan perwujudan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang jual beli dan perdagangan. Ini sebagI komitmen pemerintah untuk melindungi kepentingan konsumen dan pelaku usaha serta masyarakat dalam hal kebenaran hasil pengukuran," terang Hafidz.

Oleh Karenanya, tambah Hafidz, diperlukan edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat dan pelaku usaha tentang penggunaan alat ukur yang bertanda tera dalam melaksanakan transaksi perdagangan barang dan jasa.

Daerah Tertib Ukur dan Pasar Tertib Ukur merupakan program sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk membangun kesadaran masyarakat dan aparat pemerintah tentang pentingnya kebenaran hasil pengukuran.

"Oleh karena itu saya sangat berharap kepada siapa saja, komitmen yang sudah dibangun ini supaya dijaga agar kita mampu benar-benar menjadikan Kabupaten yang tertib ukur. Ini penting, karena ini akan menjadi isu yang mampu untuk mengembangkan perekonomian karena ada kepastian perlindungan konsumen. Inilah yang harus kita bangun terus agar Kabupaten Rembang ini menjadi kabupaten yang maju," imbuh Bupati Hafidz.

Asisten Satu Sekda Rembang Ahmad Mualif dalam laporannya menjelaskan untuk meningkatkan kewajiban pemerintah dalam melindungi konsumen atau masyarakat serta produsen terkait kebenaran hasil pengukuran dalam transaksi perdagangan, Kementrian Perdagangan terus mengupayakan serta mengajak pemerintah daerah untuk mendukung program yang berkaitan dengan tertib ukur, diantaranya adalah pembentukan daerah tertib ukur. Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam pembentukan daerah tertib ukur diantaranya adalah pendataan, sosialisasi dan bimbingan teknis kemetrologian, pembuatan komitmen kerja, pelayanan tera, evaluasi dan penilaian yang dilakukan unit metrologi legal Kabupaten Rembang.

"Diharapkan pembentukan daerah tertib ukur dapat berjalan lancar. Selain itu tahapan-tahapan pembentukan tera tertib ukur sudah dilaksanakan sesuai pedoman Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan tertib niaga nomor 221 tahun 2018 tentang petunjuk teknis pembentukan daerah tertib ukur, " jelas Mualif

Sementara itu, Kepala BSML Regional II Direktorat Metrologi Kementrian Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Anis Zukri yang menjadi pemateri dalam sosialisasi pagi itu mengatakan, sosialisasi mengenai alat ukur itu sangat perlu dilakukan agar para konsumen dan produsen mengerti tentang hak dan kewajibannya.

Selain itu pelayanan pemerintah daerah juga sangat penting dalam hal tera ulang yang harus dilakukan setiap tahunnya, karena yang bisa melayani hal tersebut hanya lah pemerintah daerah. Dalam pembentukan daerah tertib ukur juga merupakan upaya untuk melindungi para pedagang pasar tradisional agar para konsumen tidak lari ke pasar-pasar modern yang saat ini mulai bermunculan. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Tagana Rembang lakukan droping air bersih. (Rom/Rembangcyber)
REMBANG, REMBANGCYBER - Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Rembang menggelar bakti sosial bantuan droping air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

"Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Rembang," terang Sekretaris Tagana Rembang, Moh Lilik Wijanarko, Ahad (8/9/2019).

Droping air bersih sebanyak 23 truk tangki yang berisi 5000 liter menyasar ke sejumlah desa terdampak musim kemarau di 7 Kecamatan, meliputi; Kecamatan Kaliori, Sumber, Rembang, Sulang, Pancur, Lasem dan Kecamatan Pamotan.

Warga antusias terima bantuan air bersih. (Rom/Rembangcyber)
"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke masyarakat Kabupaten Rembang khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya," tambah Lilik yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Khusus Banser Penanggulangan Kebakaran (Balakar) Kabupaten Rembang.

Tagana sendiri merupakan relawan penanggulangan bencana berbasis masyarakat yanh memberdayakan dan mendayagunakan generasi muda dalam berbagai aspek penanggulangan bencana.

Dengan kegiatan ini diharapkan Tagana sebagai relawan penanggulangan bencana bisa lebih bermartabat dan handal di bidang bantuan Sosial. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Bupati Rembang H Abdul Hafidz jemput kedatangan jemaah haji Rembang di Asrama Haji Donohudan. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, KOTA - Jemaah haji Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 56 SOC dengan jumlah 228 orang dan kloter 57 SOC sebanyak 359 orang telah kembali di tanah air melalui Embarkasi Solo.


Untuk kloter 56 tiba di asrama haji Donohudan Boyolali, Selasa (3/9/2019) pukul 23.15 WIB, sedangkan kloter 57 tiba pukul 04.00 WIB , Rabu (4/9/2019).

Ratusan jamaah haji itu disambut oleh Bupati Rembang H Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang H Bayu Andriyanto.

Setelah turun dari bus, para jemaah haji diperiksa kesehatan oleh petugas medis. Semuanya dalam kondisi sehat.

Bupati Hafidz berharap para jemaah haji asal Rembang menjadi haji yang mabrur dan mendoakan Kabupaten Rembang agar makmur dan tenteram.

"Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat walafiat. Saya berdoa semoga saudara semua menjadi haji yang mabrur. Mabrur ini untuk selamanya, bukan hari ini saja, " tuturnya.

Salah seorang jemaah haji asal Kecamatan Bulu yang tergabung kloter 56, Bahtiar Winarno mengaku sangat bersyukur dapat kembali ke tanah air dengan kondisi sehat.

Terkait pelayanan oleh pemerintah, Bahtiar mengaku puas atas pelayanan yang diberikan baik selama menjalankan ibadah haji maupun saat perjalanam pulang ke tanah air.

"Perjalanan pulang ke tanah air pun juga lancar tanpa hambatan. Tadi alhamdulillah tepat waktu, tidak ada kendala. Teman - teman juga sehat semua, " ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Hafidz mengajak para jemaah untuk mendoakan jemaah haji yang wafat di tanah suci, diantaranya almagfurlah KH Maimoen Zubair dan jamaah haji asal kloter 56, Shodiq Muin (77) warga Desa Panohan Kecamatan Gunem.

Dari Asrama Haji Donohudan, mereka bertolak ke Rembang dengan pengawalan polisi. Di Rembang, mereka disambut hangat oleh keluarga. (Rom)