Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rembang, Jawa Tengah menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2020.


Kegiatan bertema "Doa Bersama Tolak Bala untuk Negeri" dilakukan serentak di tingkat Pimpinan Cabang dan seluruh jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) di wilayah Kabupaten Rembang, Rabu 21/10/2020) malam.


"Kita lakukan doa bersama tolak bala sebagai ikhtiar semoga pandemi ini segera berakhir," ucap  H Nadhif Shidqi, Ketua PC GP Ansor Rembang.


H Nadhief Shidqi atau yang biasa disapa Gus Nadhief, menegaskan, doa tolak bala juga sebagai upaya mengharap berkah dan pertolongan kepada Allah agar bangsa Indonesia selamat dari segala marabahaya.


Selain menggelar doa bersama, GP Ansor Rembang bersama kalangan nahdiyin dan juga kalangan pesantren,  melaksanakan upacara Hari Santri Nasional dengan penerapan protokol kesehatan serta melaksankan bakti sosial menyalurkan bantuan air bersih ke daerah terdampak.


"Peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum tepat bagi bagi kami kader muda NU untuk mengenang dan sekaligus mendoakan para pahlawan yang gugur membela kedaulatan bangsa. Semangat juang dan keikhlasan mereka, utamanya para ulama, selain harus kita kenang, juga harus kita teladani,” pungkasnya. (Rom) 

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA -  Pengumpulan zakat dari ASN dengan besaran sukarela perlu didorong menjadi 2,5 persen untuk membantu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Rembang.


Hal itu dikatakan Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Darodji  saat acara Partisipasi dan Optimalisasi Baznas Kabupaten Rembang Dalam Mengentaskan Kemiskinan, Rabu (21/10/2020).


"Pengumpulan zakat dari ASN harus didorong lebih optimal yakni 2,5 persen dari penghasilan yang didapatnya. Selain itu pembentukan Unit Pengumpul Zakat tingkat desa juga menjadi salah satu solusi untuk memaksimalkan zakat di Kabupaten Rembang," ucapnya.


Ditambahkannya, di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo membuat kebijakan setiap ASN provinsi wajib berzakat 2,5 persen dengan cara potong gaji dan dikumpulkan melalui masing-masing OPD.


Namun demikian zakat yang terkumpul dan kemudian disetor kepada Baznas Jateng hanya 30 persen dari dari total zakat yang berhasil terkumpul di setiap OPD. Sedangkan yang 70 persen dapat digunakan oleh masing-masing OPD untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. 


"Kalau di Jateng zakat dipotong semua oleh tim pengumpul zakat masing-masing OPD. Semua PNS (ASN) potongannya 2,5 persen dari gaji. Setelah semuanya terkumpul, 30 persen setor Baznas, yang 70 persen digunakan OPD masing-masing untuk membantu warga miskin yang tidak bisa teranggarkan," imbuhnya.



Pjs Bupati Rembang Imam Maskur mengatakan pada November awal akan mendorong penerapan kebijakan pungutan zakat PNS 2,5 persen dari pendapatan.


"Saya minta kepada bapak para kepala OPD agar mendorong jajaran di bawahnya untuk melaksanakan perintah Allah, agar semuanya mau berzakat 2,5 persen. "


Dalam kesempatan itu, Baznas juga memberikan bantuan bedah rumah, bantuan kaki palsu, dan penyerahan nomor pokok wajib zakat kepada sejumlah Dirut BUMD yang ada di Rembang. (Ril) 


Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, SULANG - Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0720/Rembang, Letnan Kolonel Kaveleri Donan Wahyu Sejati resmi menutup kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Kodim 0720/Rembang di Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Rembang, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2020).


Penutupan TMMD ditandai dengan peresmian jembatan penghubung antara Dusun Banyurowo dengan Dusun Tegalgede, Sulang.


Jembatan ini memiliki panjang 11 meter, lebar 4,25 meter dengan ketinggian 5 meter. 


"Ini untuk mempermudah akses perekonomian masyarakat. Warga yang semula harus jalan memutar dengan jarak lebih jauh, diharapkan nanti aksesnya akan lebih dekat," terang Donan Wahyu Sejati.


Selain jembatan, juga dibangun jalan rabat beton sepanjang 200 meter, tebing 22 meter dan poskamling.


"Semoga ini bisa memberi manfaat kepada masyarakat Sulang dan sekitarnya. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini, utamanya pada warga yang terlibat langsung dalam kegiatan TMMD ini," imbuh Donan.


Sebelumnya, jembatan ini dibangun oleh warga setempat secara swadaya dengan bahan baku utama kayu.


Selanjutnya, pada April silam, jembatan ini roboh diterjang banjir.


Salah seorang warga Sulang, Parno mengaku sangat senang dan bersyukur atas dibangunnya jembatan di kampungnya. 


"Ini jadi jalur pintas yang sangat bermanfaat karena memperpendek jarak tempuh. Apalagi, jembatan ini langsung terhubung dengan kampung sebelah, pasar, kantor kecamatan dan pusat keramaian lainnya sehingga jalur ekonomi jadi lebih mudah," ucapnya. 


Kegiatan TMMD Sengkuyung III menelan dana Rp479 juta, dengan rincian kegiatan fisik senilai Rp374 juta dan kegiatan non fisik senilai Rp105 juta.


Program TMMD Sengkuyung III dimulai pada 22 September silam dan berakhir pada 21 Oktober 2020. (Rom) 

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - PT Semen Gresik (SG) disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkup pabrik dan perkantoran untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.


Kepala Unit SDM dan Sarana Umum Semen Gresik, Taufik Santoso mengatakan, ada beberapa strategi yang dilakukan SG agar seluruh karyawan tidak terinfeksi virus corona.


"Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia Group (SIG), Semen Gresik menerapkan program cosmic yaitu melaporkan setiap fasilitas protokol kesehatan (prokes) yang mereka miliki seperti wastafel, hand sanitizer, media sosialisasi, dan sebagainya kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pelaporan terpusat SIG," ucap Taufik dalam siaran persnya, Selasa (20/10/2020).


Fasilitas-fasilitas itu, tambah Taufik, dilaporkan secara berkala setiap satu minggu sekali kepada Kementerian BUMN sebagai upaya kontrol dan koordinasi terkait pencegahan penularan Covid-19 di kawasan perkantoran. 


"Selain itu, Semen Gresik juga menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar seluruh karyawan dapat bekerja dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan seperti wastafel untuk cuci tangan di area kerja, hand sanitizer di setiap ruangan kerja serta media sosialisasi seperti poster," imbuhnya. 


SG juga secara konsisten melakukan sosialisasi dan penguatan kepada karyawan dan keluarganya melalui webinar yang berkaitan dengan pencegahan penularan Covid-19 melalui program BISIK (Bincang Asik Bersama Semen Gresik).


SG juga konsisten melakukan pencegahan penularan Covid-19 secara berkala dan memantau kesehatan seluruh karyawan setiap harinya.


Program pencegahan penularan Covid-19 di kawasan pabrik Semen Gresik sudah dimulai sejak bulan Maret 2020 lalu ketika pemerintah secara resmi mengimbau masyarakat Indonesia untuk menerapkan protokol kesehatan. (Rom) 

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus, Jawa Tengah, sejak Januari hingga Oktober 2020 telah mengungkap 67 kasus peredaran rokok ilegal dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 16 juta batang rokok senilai Rp16,3 miliar.


Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus, Dwi Prasetyo Rini mengatakan, barang bukti yang diamankan meliputi rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT). 


"Potensi kerugian negara mencapai Rp9,5 miliar," terangnya saat sosialisasi terkait Cukai Rokok di Rembang, Senin (19/10/2020). 


Ditegaskan Rini,  penindakan rokok ilegal tersebut sebagai bentuk komitmen Bea Cukai Kudus untuk memberantas peredaran rokok ilegal.


Rini berharap dengan tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran cukai rokok, pangsa pasar rokok yang semula diisi rokok ilegal bisa dimaksimalkan oleh rokok legal sehingga bisa menambah pemasukan negara lewat penerimaan cukai.


Terkait realisasi penerimaan cukai rokok di wilayah kerja KPPBC Kudus, Rini menyebutkan hingga saat ini sebesar Rp20,8 triliun atau 59,23 persen dari target penerimaan sebesar Rp35,9 triliun.


Meskipun penerimaan masih di bawah target, pihaknya berupaya hingga akhir tahun 2020 bisa memenuhi target meskipun secara umum sejumlah perusahaan rokok terpengaruh dengan adanya pandemi COVID-19.


Rini menambahkan, khusus peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Rembang, menurutnya relatif sedikit.


"Tiap kali operasi, hanya dapat 1 atau 2 slop, paling banyak 1 bal," pungkasnya. (Rom) 





Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, SALE - Semakin ramainya puncak Gunung Wahyu di Dusun Ngeso, Desa Bitingan, Kecamatan Sale untuk lokasi camping memunculkan ide kreatif masyarakat setempat. Ada yang menyewakan tenda camping dikoordinir oleh kelompok pemuda setempat. Ada pula yang menyediakan aneka kuliner siap antar.


Jupriantono, salah satu pemuda Desa Bitingan Kecamatan Sale yang mengelola area camping Gunung Wahyu mengisahkan pada awalnya warga cenderung kurang kompak, ketika muncul ide ingin membuka Gunung Wahyu.

Jupriantono, salah satu pemuda Desa Bitingan Kecamatan Sale yang mengelola area camping Gunung Wahyu mengisahkan pada awalnya warga cenderung kurang kompak, ketika muncul ide ingin membuka Gunung Wahyu.



Namun belakangan ini warga maupun pihak desa bergotong royong, untuk mengembangkan kawasan tersebut, begitu melihat ternyata respon pengunjung cukup bagus.


“Baru 2 bulan mas, dulu di sini ya rimbun banget, kemudian kita bersihkan. Gunung Wahyu masuk lahan Perhutani. Butuh proses agak panjang memang, termasuk menyamakan semangat kekompakan, “ tuturnya, Minggu (18 Oktober 2020).


Setelah ramai, Jupriantono menambahkan kini kalangan pemuda setempat menyewakan tenda camping siap pakai. Untuk tenda kapasitas 2 – 3 orang dikenakan sewa hanya Rp 20 Ribu, sedangkan kapasitas 4 – 5 orang Rp 35 Ribu.


“Sementara kami sediakan 8 tenda, biasanya kita yang pasang, nggak ada tambahan ongkos. Tinggal pakai saja. Biasanya pada akhir pekan, pengunjung yang datang cukup ramai. Untuk parkir kendaraan, per motor Rp 3 Ribu, “ imbuh pria yang biasa disapa Jupri Indigo ini.


Termasuk kalau ada peserta camping membutuhkan paket makanan, kalangan pemuda juga siap mengantar.


“Kalau dari kampung sampai lokasi camping, kira-kira butuh waktu 15 menitan. Naik turun naik turun ndak masalah, “ ucapnya tersenyum.


Sementara itu seorang pengunjung Gunung Wahyu dari Dusun Mbesi Desa Kedungrejo, Rembang Dwi Menik Dyah Safitri menganggap jalur menuju puncak Gunung Wahyu lumayan menantang, karena tanjakannya cukup ekstrim. Kondisi itu berbeda dibandingkan dengan spot-spot camping lainnya.


“Saya tahu Gunung Wahyu dari cerita saudara. Kalau dibandingkan dengan Puncak Argo Pegunungan Lasem – Pancur, jalurnya datar, puncaknya juga sempit. Kalau di sini jalur pendakian nanjak banget, pas di atas areanya lebar, “ ungkap Menik.


Menik menambahkan ciri khas ketika berada di puncak Gunung Wahyu adalah bisa melihat hamparan wilayah Kabupaten Rembang secara terbuka. Bahkan garis pantai pesisir utara Jawa juga nampak dari ketinggian.


“Apalagi kalau malam hari, menyaksikan kerlap kerlip lampu permukiman penduduk, suasananya di sini sungguh asyik, “ pungkasnya. (Aba/Ril?) 

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, SALE - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang menggelar kemah bakti di Gunung Wahyu Dusun Ngeso, Desa Bitingan, Kecamatan Sale, sejak Sabtu sore hingga Minggu pagi (17 – 18 Oktober 2020).


Sanyoto, seorang anggota PWI Kabupaten Rembang mengatakan kegiatan ini dikemas melalui pembagian beras kepada warga tidak mampu, penanaman pohon di kawasan Gunung Wahyu dan camping di puncak gunung dengan ketinggian 539 meter di atas permukaan laut tersebut.


“Jadi nggak sekedar camping, senang-senang, tapi kita juga ingin meninggalkan bekas yang baik selama berada di Gunung Wahyu. Kalau semakin hijau gunungnya, tentu lingkungan akan lebih asri, “ ujarnya.


Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa Musa menjelaskan kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin tahunan, terutama menyasar desa-desa di daerah pelosok.


“Tiap kami menggelar kegiatan, prioritas pertama adalah desa yang jauh dari pusat kota, “ kata Musa.


Pihaknya sengaja memilih lokasi di wilayah Kabupaten Rembang sendiri, karena ingin turut mempromosikan destinasi-destinasi alam yang layak dikunjungi masyarakat, sekaligus berpotensi mengangkat perekonomian warga setempat.


“Masih banyak lokasi di daerah sendiri, yang perlu kita kenalkan kepada masyarakat lewat pemberitaan. Nggak perlu jauh-jauh keluar daerah, karena di Kabupaten Rembang juga ada sederet tempat yang menawarkan pesona keindahan. Gunung Wahyu salah satunya. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah mendukung kegiatan ini, “ ungkapnya.


Selama kemah bakti PWI Kabupaten Rembang, para pecinta alam dari berbagai daerah juga ikut bergabung.


Kepala Desa Bitingan Kecamatan Sale, Mustamir menyampaikan terima kasih atas kepedulian PWI bertandang ke Gunung Wahyu.


“Sejak Gunung Wahyu dibuka untuk area camping tahun 2020, kemah bakti PWI ini termasuk salah satu yang paling ramai, karena ada lebih dari 30 tenda. Kami sebatas mengimbau supaya pengunjung selalu menjaga kebersihan, “ bebernya. (Aba/Ril)