Rembang, Rembnagcyber.net– Festival Sastra Nusantara 2025 yang digelar Komunitas Lubuk Ilmu Rembang sukses menarik antusiasme tinggi. Acara yang berlangsung di SMA Santa Maria Rembang, Sabtu (27/9/2025), diikuti hingga 80 peserta dari berbagai daerah.
Festival ini menampilkan tiga lomba, yakni musikalisasi puisi, mendongeng, dan membaca puisi. Empat juri yang terlibat dalam penilaian yaitu Nur Maliya Farkhanah, Marfu’atul Mahiroh, Sutejo, dan Triyatmoko.
Perwakilan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, Agus Sudono mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Festival ini tidak hanya dijadikan sebagai ajang perlombaan, namun juga menjadi ruang ekspresi, perjumpaan, dan ruang pembelajaran bagi generasi muda,” ujarnya.
Agus menambahkan, sastra adalah sarana memperkuat jati diri bangsa.
“Melalui musikalisasi puisi, mendongeng, dan membaca puisi, kita diajak menyadari bahwa sastra adalah cermin kebudayaan, menumbuhkan empati, imajinasi, serta nilai-nilai kemanusiaan yang luhur,” katanya.
Ketua Pelaksana Festival Sastra Nusantara, Danang Pamungkas, mengaku tak menyangka peserta festival membludak.
“Bayangan saya total peserta hanya sekitar 30 orang, ternyata malah mencapai 80 peserta. Sungguh di luar nalar saya,” ungkapnya.
Danang menjelaskan, festival ini digagas satu bulan lalu dan digelar sebagai refleksi bagi pemuda untuk terus merayakan sastra.
“Saya harap, pemuda dapat terus melestarikan karya sastra di manapun dan kapanpun,” tuturnya.
Festival juga semakin semarak dengan hadirnya spot baca buku gratis. Panitia, Anwar, bahkan ikut menikmati koleksi bacaan yang tersedia.
“Menarik sekali, apalagi ditambah ada buku-buku yang disiapkan panitia untuk siapa pun yang ingin membaca,” tegasnya.
Acara ini turut diramaikan penyair dan seniman lokal seperti Fajar dan Nailul Muna. Salah satu peserta, Safira Cahayati Yuniarto, pemenang lomba mendongeng, mengaku gembira bisa tampil di ajang tersebut.
“Saya senang sekali bisa berpartisipasi. Lomba ini melatih keterampilan dan penampilan saya dalam mendongeng,” pungkas Safira. Aba













