REMBANG, REMBANGCYBER – Di balik keberhasilan PS Cahaya Muda Desa Kumendung Kecamatan Rembang menjuarai Liga PSSI Rembang 2026, ada sosok pelatih sederhana namun berkarakter. Dia adalah Sutrisno, yang akrab disapa Cak Un.
Di tangan Cak Un, PS Cahaya Muda kembali meraih gelar juara. Ini menjadi kali kedua dirinya membawa tim tersebut menjadi juara Liga PSSI Rembang.
Cak Un sosok pelatih yang banyak tampil di pinggir lapangan dengan gaya yang sederhana.
Namun, kesederhanaan itu berjalan beriringan dengan karakter yang kuat. Salah satunya terlihat dari kedisiplinan yang diterapkannya kepada para pemain.

Bagi Cak Un, disiplin menjadi bagian penting dalam membangun sebuah tim. Pemain tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bermain, tetapi juga harus mampu menjalankan aturan dan menjaga komitmen.
Kedisiplinan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses membangun mental pemain. Mereka didorong untuk tampil maksimal dalam setiap pertandingan.
Hasilnya terlihat di partai final Liga PSSI Rembang 2026. PS Cahaya Muda mampu mengalahkan Persepan Pancur dengan skor 1-0.
Gol kemenangan dicetak Arsyadudl Dluha. Satu gol itu menjadi penentu setelah kedua tim bermain ketat sepanjang pertandingan.
Memasuki menit-menit akhir, Persepan terus mencari peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan PS Cahaya Muda tetap kokoh.
Hingga wasit Fandi Ahmad meniup peluit panjang, skor 1-0 tidak berubah. PS Cahaya Muda pun memastikan diri sebagai juara.
Bagi Cak Un, keberhasilan tersebut bukan sekadar trofi. Ada kebanggaan tersendiri karena dirinya kembali mampu membawa PS Cahaya Muda menjadi juara.
“Intinya kita bangga sebagai pelatih telah membawa juara dua kali PS Cahaya Muda juara di Liga Askab PSSI Rembang,” kata Sutrisno, Ahad (13/9).
Di balik keberhasilan itu, Cak Un juga memberikan apresiasi kepada manajemen tim.
Menurutnya, dukungan manajemen menjadi bagian penting dalam perjalanan PS Cahaya Muda. Dukungan tersebut diberikan kepada pemain tanpa mencampuri urusan teknis kepelatihan.
“Terimakasih kepada manajemen yang selalu support untuk pemain tanpa harus intervensi kepelatihan,” ujarnya.
Dukungan tersebut membuat Cak Un memiliki ruang untuk menjalankan tugasnya sebagai pelatih. Ia dapat menentukan strategi dan membangun tim sesuai dengan kebutuhan pertandingan.
Kombinasi antara disiplin, karakter pemain dan dukungan manajemen akhirnya menghasilkan prestasi. PS Cahaya Muda menutup kompetisi dengan status sebagai tim terbaik Liga PSSI Rembang 2026.
Gelar tersebut sekaligus menjadi bukti konsistensi PS Cahaya Muda di bawah kepemimpinan Cak Un. Dua gelar Liga PSSI Rembang (dahulu bernama Askab-red) kini menjadi catatan tersendiri bagi pelatih yang dikenal sederhana tersebut.
Usai pertandingan final, PSSI Rembang menyerahkan trofi dan uang pembinaan Rp10 juta kepada PS Cahaya Muda. Trofi dan hadiah diserahkan langsung Bupati Rembang Harno.
Senada, manajer tim PS Cahaya Muda, Jarwanto mengaku bersyukur dan bangga atas capaian gemilang yang diraih timnya.
“Alhamdulillah, kami bisa memberikan yang terbaik untuk tim. Terimakasih kepada seluruh jajaran pelatih, pemain, official dan seluruh masyarakat Kumendung. Ini buah dari kerja keras semuanya. Semoga Cahaya Muda selalu bercahaya sepanjang masa,” ucap Jarwanto.
Bagi Desa Kumendung, keberhasilan PS Cahaya Muda menjadi juara menjadi kebanggaan tersendiri. Sementara bagi Cak Un, trofi tersebut menjadi buah dari kerja bersama antara pelatih, pemain dan manajemen.
Dua gelar juara menjadi bukti bahwa karakter sederhana, kedisiplinan dan ruang kepelatihan yang sehat dapat membawa sebuah tim mencapai hasil maksimal.
Liga PSSI Rembang 2026 menempatkan PS Cahaya Muda sebagai juara. Sedangkan Persepan Pancur menjadi runner-up. Sementara Bintang FC Pasar Banggi dan Pentil FC menempati posisi juara tiga bersama. Aba/Red












