Sumber, Rembangcyber – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang menggelar pelatihan jurnalistik di MTsN 4 Rembang, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa kelas VIII sebagai upaya meningkatkan literasi dan keterampilan jurnalistik di era digital.
Pelatihan menghadirkan Ketua PWI Rembang, Musyafa yang juga wartawan iNews TV dan Radio R2B, serta Akhmad Muhtarom, wartawan Radio Elshinta.

Dalam materinya, Muhtarom memberikan pelatihan teknik menulis cepat berita bagi pemula. Sementara Musyafa membekali peserta dengan teknik pengambilan foto dan video jurnalistik untuk kebutuhan media digital dan konten kreatif.
Kegiatan turut dihadiri Subkoordinator Pengelolaan Informasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang Rudy Heryanto.
Kepala MTsN 4 Rembang, Mukhoyaroh melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Yasrun, mengaku senang mendapat kesempatan pelatihan jurnalistik tersebut karena dinilai mampu meningkatkan semangat literasi siswa.
Yasrun berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada masa mendatang.
“Literasi berbasis jurnalistik ini penting buat menambah bekal mereka. Kalau membuat caption atau konten video untuk kepentingan sendiri maupun sekolah, basisnya tetap jurnalistik sehingga kemasannya lebih menarik,” ujar Yasrun.
Pada kesempatan itu, Yasrun juga menceritakan tradisi unik di sekolahnya saat pelaksanaan ujian praktik siswa kelas IX. MTsN 4 Rembang mengundang orang tua atau wali murid untuk hadir langsung menyaksikan kemampuan akademik dan praktik keagamaan para siswa.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar orang tua mengetahui perkembangan putra-putrinya, terutama dalam praktik ibadah dan hafalan keagamaan.
“Kalau dirasa masih kurang, nanti bisa ditambah latihan di rumah yang menjadi tanggung jawab orang tua,” jelasnya.
Ia menambahkan, respons siswa saat ujian praktik disaksikan orang tua cukup beragam. Sebagian merasa senang, namun ada pula yang mengaku grogi karena harus tampil di depan wali masing-masing.
Meski dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis agama Islam, MTsN 4 Rembang tetap mendorong penguatan kemampuan siswa di bidang lain, termasuk jurnalistik dan literasi digital.
Sementara itu, Ketua PWI Rembang Musyafa mengaku, pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan tidak hanya memberikan pengetahuan dasar seputar penulisan berita tetapi juga bertujuan mengangkat potensi sekolah sehingga lebih dikenal masyarakat.
“Kita sengaja menyasar sekolah-sekolah yang berada di pinggiran. Tujuan utamanya tentu selain memberi pelatihan jurnalistik juga ingin mempublikasikan potensi yang dimiliki sekolah agar lebih dikenal masyarakat,” ucapnya. Am/Red












