REMBANG, REMBANGCYBER.NET – Di sudut selatan pertigaan Celangapan Rembang, berdirilah sebuah kedai yang tak sekadar menjual minuman. Namanya Kedai Hitam Putih. Ia tidak ramai berteriak untuk dikenal, tapi justru memikat lewat aroma, suasana, dan cerita yang ia simpan dalam tiap racikan.
Dari luar, tampilannya sederhana, nyaris merunduk di antara hiruk-pikuk jalanan. Tapi begitu kaki melangkah ke dalam, mata disambut oleh suasana yang sejuk, remang yang bersahabat, dan meja-meja kayu yang seperti mengajak duduk lebih lama. Di sinilah, kopi tidak hanya disajikan—tapi didongengkan.

Salah satu bintang di kedai ini adalah kopi Rakitan, hasil bumi dari lereng Desa Rakitan, Kecamatan Sluke, Rembang. Kopi ini datang dengan cerita sunyi dari kebun warga yang dirawat penuh cinta. Ia bukan kopi biasa. Ia lahir dari tanah yang sabar, dipanen oleh tangan-tangan yang jujur, dan kini hadir dalam gelas dengan rasa yang tak gampang dilupakan.
“Kopi ini hasil tanam sendiri dari Rakitan. Kami ingin angkat kopi lokal jadi tuan rumah di daerah sendiri,” ujar Muhammad Ulil Amri Imransyah, manajer Kedai Hitam Putih, sambil menunjukkan kopi Rakitan yang siap disajikan. Aromanya kuat tapi tidak sombong, seperti orang tua yang bijak berbicara perlahan.
Tak hanya kopi Rakitan, kedai ini juga menyuguhkan minuman rempah yang diracik oleh barista yang belajar langsung dari Keraton Yogyakarta. Siwalan, kawis, jahe, dan rempah lainnya ditata dalam harmoni rasa. Tradisi dan kekinian tak lagi bertabrakan, melainkan berdansa dalam satu sajian.

“Kami tidak ingin hanya menyuguhkan minuman, tapi juga menyuguhkan cerita. Setiap rasa yang kami suguhkan punya akar di tanah Rembang,” lanjut Ulil.
Lebih dari itu, Kedai Hitam Putih hadir sebagai ruang ekspresi. Ia menjadi panggung kecil untuk puisi, nada gitar, diskusi budaya, dan geliat UMKM lokal. Rak-rak di sudut ruangan memajang produk-produk kreatif—dari kerajinan tangan hingga kemasan makanan khas Rembang. Tempat ini bukan hanya menjual, tapi juga merawat harapan.
Wakil Bupati Rembang, M Hanies Cholil Barro’, atau yang akrab disapa Gus Hanies, melihat kedai ini sebagai wajah baru dari ruang kreatif anak muda di Rembang.

“Kedai ini bukan cuma tempat ngopi, tapi juga tempat tumbuh. Harapannya bisa menjadi wadah kreativitas anak-anak muda Rembang,” ujar Gus Hanies saat menghadiri soft opening, Sabtu (19/4/2025).
Malam di Kedai Hitam Putih terasa lebih panjang. Seperti ada waktu yang melambat, agar setiap pengunjung bisa lebih lama menikmati diam dan cerita dalam secangkir kopi. Dan bila kamu bertanya: apakah kopi Rakitan bisa menyembuhkan letih? Jawabannya: datang saja ke sini. Biarkan ia berbicara sendiri. ABA













