REMBANG, REMBANGCYBER – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan bisnis.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan Kreatif Teknologi Pitching Challenge yang digelar Direktorat Kreativitas Teknologi Kemenekraf di Pendopo Museum Kartini, Rembang.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Di antaranya pelaku usaha kuliner, kriya, hingga fesyen.
Direktur Kreativitas Teknologi Kemenekraf, Dandy Yudha Feryawan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mengaktifkan simpul-simpul Kreatif Hub di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung pengembangan usaha dan ekonomi kreatif.
“Hari ini kami menghadirkan pelatihan Kreatif Teknologi Pitching Challenge, yaitu bagaimana melatih masyarakat terkait dengan pemanfaatan AI untuk pengembangan ekonomi kreatif teman-teman di Kabupaten Rembang,” ujar Dandy.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing dan mengembangkan bisnis ke tingkat yang lebih luas.
Dalam pelatihan tersebut, Kemenekraf juga menggandeng Ramoo, perusahaan teknologi lokal yang mengembangkan solusi berbasis AI bagi pelaku usaha ekonomi kreatif.
Kolaborasi ini menjadi sarana memperkenalkan teknologi kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).
Selain memberikan pelatihan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan inovator teknologi lokal kepada pelaku ekonomi kreatif.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, menyampaikan apresiasi kepada Kemenekraf yang telah memberikan ruang pengembangan kreativitas bagi masyarakat Rembang.
Menurutnya, kegiatan Kemenekraf di Rembang tidak hanya berlangsung sekali. Dalam kurun waktu sekitar satu pekan, terdapat kurang lebih tujuh kegiatan yang diselenggarakan melalui berbagai direktorat.
“Kami dari Dinas Budpar mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang sudah memberikan ruang kreatif kepada para pegiat komunitas kreatif di Kabupaten Rembang,” ungkap Isti.
Ia menilai berbagai kegiatan tersebut membantu meningkatkan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif. Termasuk memperkuat daya saing dan kemampuan promosi produk.
Dengan kemampuan promosi yang lebih baik, produk-produk kreatif lokal diharapkan semakin dikenal dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Kegiatan ini sangat membantu teman-teman dari berbagai komunitas kreatif untuk lebih mengembangkan kompetensi, daya saing, dan daya promosi. Harapannya, daya jual dan peningkatan ekonomi juga menjadi imbas baik bagi mereka,” jelasnya.
Pemkab Rembang berharap penguatan kompetensi dan pemanfaatan teknologi dapat mendorong pelaku ekonomi kreatif semakin berkembang serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas. AM/RED
