REMBANG, REMBANGCYBER – Rembang Job Fair 2026 yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang menyediakan lebih dari 3.200 lowongan kerja. Bursa kerja yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Juli 2026, diikuti sekitar 30 perusahaan, lembaga pelatihan kerja, perbankan, rumah sakit, hingga instansi pelayanan publik.
Perusahaan manufaktur mendominasi kebutuhan tenaga kerja dalam kegiatan tersebut. PT Pungkook Indonesia One membuka sekitar 1.084 lowongan, disusul PT Parkland World Indonesia Rembang dan PT Hengxuan International yang masing-masing menyediakan 500 posisi operator produksi. Selain itu, PT Handal Sukses Karya membuka 200 lowongan, sedangkan PT Citra Wahana Nusantara unit kerja PT Dua Kelinci menyediakan 200 lowongan operator produksi.
Kesempatan kerja juga tersedia di sektor perhotelan, perdagangan, dan jasa keuangan. Hotel Aston Inn Rembang membuka sembilan posisi, Pollos Hotel dan Gallery Rembang menyediakan sembilan lowongan, sementara PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk serta PT Indomarco Prismatama menawarkan puluhan posisi di bidang ritel.
Bagi pencari kerja yang berminat bekerja di luar negeri, sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) membuka program pemagangan ke Jepang, di antaranya LPK Hikari Putra Mandiri dan LPK Genki Kenshu Senta. Sementara itu, BP3MI Jawa Tengah memberikan layanan konsultasi bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Selain rekrutmen tenaga kerja, Job Fair 2026 juga menghadirkan berbagai layanan pendukung, seperti pembuatan kartu pencari kerja (AK-1), pemeriksaan kesehatan, pendampingan sertifikasi produk halal, hingga informasi program pelatihan kerja.
Bupati Rembang Harno mengajak masyarakat memanfaatkan bursa kerja tersebut, terutama bagi keluarga yang sedang mencari pekerjaan. Menurutnya, ribuan lowongan yang tersedia berasal dari perusahaan di Kabupaten Rembang maupun luar daerah.
“Bagi masyarakat yang anaknya atau keluarganya membutuhkan pekerjaan, bisa langsung berkomunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja. Di sini ada lebih dari 3.000 kebutuhan tenaga kerja di berbagai perusahaan. Ada yang dari Rembang dan ada juga dari luar daerah,” ujar Harno usai membuka Rembang Job Fair 2026, Rabu (22/7).
Harno menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai program pelatihan keterampilan agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Di sini juga ada pelatihan untuk mendidik anak-anak kita agar memiliki keterampilan sehingga siap memasuki dunia kerja,” katanya.
Kepala Dinperinaker Kabupaten Rembang, Fery Sumardi, mengatakan tingginya jumlah lowongan menunjukkan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri, perdagangan, dan jasa masih cukup besar. Karena itu, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan perusahaan agar kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Rembang.
“Terdapat kurang lebih 30 perusahaan yang membuka lowongan kerja sebanyak 3.200 calon tenaga kerja. Harapan kami selalu bersinergi dengan perusahaan-perusahaan dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang mereka perlukan,” ujar Fery.
Untuk memeriahkan kegiatan, panitia juga menyediakan area khusus bagi pelaku UMKM kuliner lokal. Beragam produk makanan dan minuman dijajakan, mulai dari seafood, dimsum, mendoan, es teler, jajanan tradisional, hingga produk hasil karya alumni Balai Latihan Kerja (BLK). Am/Red













