REMBANG, Rembangcyber – Petani tembakau di Kabupaten Rembang mulai resah akibat cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir. Intensitas hujan yang masih tinggi membuat banyak tanaman tembakau mati, sementara sebagian petani lainnya belum bisa memulai tanam karena lahan masih tergenang air.
Salah seorang petani asal Kecamatan Sulang, Sutrisno mengatakan hujan yang terus turun menyebabkan tanaman tembakau yang baru ditanam tidak mampu bertahan. Sejumlah tanaman bahkan membusuk karena terlalu banyak air.
“Sudah ada yang mati karena hujan terus. Padahal biasanya musim seperti ini sudah mulai aman untuk tanam,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Menurut Sutrisno, kondisi cuaca saat ini membuat petani kebingungan menentukan waktu tanam. Jika dipaksakan menanam, risiko gagal tanam cukup tinggi. Namun apabila terlalu lama menunggu, musim tanam bisa terlambat dan berdampak pada kualitas panen.
Keluhan serupa disampaikan Wawan, petani tembakau asal Kecamatan Bulu. Ia mengaku hingga kini belum bisa mengolah lahannya karena masih tergenang air akibat hujan berintensitas tinggi.
Padahal, bibit tembakau yang telah disiapkan sudah memasuki usia siap tanam. Jika terlalu lama menunggu, bibit dikhawatirkan mengalami penurunan kualitas.
“Bibit sudah siap tanam, tapi sawah belum bisa diolah karena masih becek dan ada genangan. Kalau terus hujan ya bisa rugi,” katanya.
Para petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses tanam bisa berjalan normal. Sebab, tembakau menjadi salah satu komoditas andalan masyarakat di sejumlah wilayah Rembang. Aba/red











