"Ini kan kemarau basah. Puncak kemarau Agustus ini hingga November," ucapnya.

REMBANGCYBER. NET, KOTA - Puncak Kemarau di Kabupaten Rembang diprediksi berlangsung hingga November.

Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Budi Asmara, Jumat (28/8/2020).

"Ini kan kemarau basah. Puncak kemarau Agustus ini hingga November," ucapnya.

Budi menambahkan, saat ini, sepuluh desa di Kabupaten Rembang Jawa Tengah mulai terdampak kekeringan.

Sepuluh desa terdampak kekeringan meliputi; Desa Ketangi Kecamatan Pamotan, Desa Woro dan Sendangwaru Kecamatan Kragan, Desa Pranti dan  Pedak Kecematan Sulang, Desa Banggi Kecamatan Kaliori, Desa Ngotet dan Turusgede Kecamatan Rembang serta Desa Sendnagasri dan Sendangcoyo Kecamatan Lasem.

'Kami sudah melakukan droping air bersih ke 10 desa yang terdampak secara berkala. Jumlahnya mencapai 39 tangki air," Imbuhnya.

Budi menambahkan, untuk mengantisipasi dampak musim kemarau 2020, Pemkab Rembang telah menyediakan anggaran kekeringan sebesar Rp200 juta.

"Kalau anggarannya kurang, kami juga sudah berkoordinasi dengan segenap BUMD, BUMN di Rembang untuk penyaluran air bersih melalui dana CSR," imbuhnya lagi.

BPBD Rembang juga telah melakukan sosialisasi kepada kepala desa yang berpotensi terdampak kekeringan untuk segera mengirimkan surat permohonan bantuan droping air bersih kepada BPBD.

Nantinya, pihak BPBD akan memproses permohonan tersebut secepat mungkin dengan melakukan droping air bersih secara berkala untuk meringankan beban warga terkait pemenuhan air bersih. (Aba)

Kirim Komentar: