Komunitas Laskar Sedo Laut menggelar peringatan haul Raden Tumenggung Pratiktoningrat atau lebih dikenal dengan Pangeran Sedo Laut.
Haul Pangeran Sedo Laut.  Foto (Rom/Rembangcyber) 

KOTA,  REMBANGCYBER. NET -  Komunitas Laskar Sedo Laut menggelar peringatan haul Raden Tumenggung Pratiktoningrat atau lebih dikenal dengan Pangeran Sedo Laut, yang merupakan Bupati pertama Rembang, Senin (30/7/2018) di  belakang kompleks Masjid Agung Rembang.

Haul diisi kegiatan khataman Quran, selawatan, doa bersama dan pengajian.

Ketua panitia, Moch Tijani atau yang biasa disapa Gus Mamak mengatakan  peringatan haul ini merupakan wujud penghargaan kepada Pangeran Sedo Laut yang merupakan bupati sekaligus tokoh agama yang konsisten mengajar ilmu agama kepada para santri dan masyarakat.

“Acara haul ini baru pertama kali diselenggarakan. Ini sebagai bentuk penghargaan kita kepada tokoh yang sangat berjasa bagi Rembang.  Kami berharap kedepannya, Pemerintah Kabupaten Rembang lebih peduli dengan memasukkan haul Pangeran Sedo Laut sebagai salah satu agenda kegiatan di hari jadi Rembang," ucapnya.

Hadir pada kegiatan tersebut,  Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto.  Ia mengaku sangat mengapresiasi jerih payah panitia yang sudah mengadakan acara haul Pangeran Sedo Laut untuk kali pertama.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami berjanji akan lebih peduli dan nyengkuyung kegiatan yang sangat positif semacam ini.  Di sisi lain kami prihatin dengan kondisi makam tokoh Pangeran Sedo Laut yang memprihatinkan.  Kedepan,  kami akan lebih meperhatikan tempat-tempat bersejarah di Rembang untuk menjaga kelestariannya salah satunya bangunan makam Pangeran Sedo Laut yang merupakan Bupati Rembang pertama," ucapnya.

KH Muhammad Gufron atau yang biasa dipanggil Gus Mbodo dalam ceramahnya mengatakan, salah satu cara merawat sejarah adalah dengan mengadakan haul.  Dengan haul,  kita akan mengerti sejarah seorang tokoh sehingga bisa mengikuti jejak para leluhur dalam menyebarkan nilai-nilai kebajikan kepada masyarakat.

"Bahkan, salah satu cara untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT dengan senantiasa menceritakan kebaikan orang-orang soleh. Dan haul merupakan upaya untuk menceritakan kebaikan kebaikan sang tokoh untuk dapat kita teladani  bersama, " terangnya.

Makam Pangeran Sedo Laut sendiri berada di belakang Masjid Agung Rembang.

Bangunan makam berbentuk cungkup model arsitektur Eropa yang cukup megah berbentuk segi delapan dengan ketinggian batur sekitar satu meter. Terdapat lima makam dalam bangunan cungkup ini. Kelima makam yang berjajar dari barat ke timur tersebut adalah:

Makam Adipati Condrodiningrat dengan jirat dari semen dan nisan berbentuk kurawal dari batu putih (1289 H).

Makam istri Adipati Condrodiningrat dengan jirat dan nisan yang hampir sama dengan makam suaminya (1291 H).

Makam R. Tumenggung Pratiktoningrat atau Kanjeng Pangeran Sedolaut dengan jirat dari susunan batu dan nisan dari semen (tahun 1757 Saka atau 1831 M).

Makam istri Kanjeng Pangeran Sedolaut dengan jirat dan nisan hampir sama dengan suaminya (tanpa rangka tahun).

Makam istri Patih Pati, yaitu Raden Ayu Sasmoyo dengan jirat dan nisan hampir sama dengan istri Pangeran Sedolaut, yang juga tak tertulis tahunnya. (Rom)

Kirim Komentar: