LASEM (RC) - Tak hanya maestro tari Didik Nini Thowok yang berkesempatan menari dengan diiringi seperangkat gamelan laras pelog Kiai Nggower. Kelompok penari cilik dari SD Dorkas Lasem juga berkesempatan "berpamitan" dengan Kiai Nggower di Lawang Ombo, Desa Soditan Kecmatan Lasem, Rembang Jawa Tengah, Selasa (5/4) petang.


"Ini untuk menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya sejak usia dini," ucap Kepala SD Dorkas, Roseana Chandra Hapsari, Selasa (5/4).

Pada pentas tersebut, siswa SD Dorkas memainkan dolanan tradisional seperti Cublek-Cublek Suweng dan tarin Jaranan dengan diiringi gamelan bersejarah Kiai Nggower.

Mereka mampu tampil menawan sehingga memukau tamu undangan dan warga yang memadati halaman tengah Omah Lawang Ombo.

Pementasan ini merupakan penghormatan kepada Kiai Nggower yang akan segera berpindah tangan karena dijual sang pemilik.

Kiai Nggower merupakan sperangkat gamelan kuno yang diduga dibuat pada akhir abad 19. Gamelan Kiai Nggower berbahan kuningan, bermotif kelelawar dan burung hong yang merupakan simbol kemakmuran dan keindahan dalam budaya Tionghoa.

Gamelan Kiai Nggower memiliki sejarah panjang terkait akulturasi budaya di Lasem. Ia sudah berpindah tangan sejak 1919-1925, mulai dari Blora, Rembang dan terakhir Lasem.

Dalam catatan akta gamelan, diketahui bahwa gamelan ini dijual oleh Tan Siah Mei asal Blora kepada Lie Hwan Jiang asal Lasem dengan perantara Tjan Tok Sien pada 1919.

Gamelan laras pelog yang saat ini dimiliki keluarga Tjoo akan dijual karena sang perawat gamelan, Gandor Sugiharto (70) menyatakan tidak mampu merawatnya lagi.(AM)

Kirim Komentar: