REMBANGCYBER. NET, KOTA - Jelang gelaran Pilkada Rembang 9 Desember 2020, Jaringan Aliansi Rembang Peduli (JARI) menyampaikan pernyataan sikap  sebagai pesan dan ajakan moral tentang penyelenggaraan Pilkada Rembang Tahun 2020.

Pernyataan sikap dilakukan di Rumah Makan Cabe, Sabtu (8/8/2020). 

Koordinator JARI, Ahmad Najieh mengatakan pernyataan sikap merupakan hasil kajian dan kesepakatan bersama DPC Gemasaba (Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa) Kabupaten Rembang, Laskar Santri Kabuapten Rembang dan DPK Pemuda Tani HKTI Kabupaten Rembang.


"JARI memandang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah proses politik yang strategis, serta menentukan arah perjalanan dan masa depan Kabupaten Rembang. Pilkada bukanlah ritual politik dan suksesi kepemimpinan belaka, tetapi momentum jihad politik dan sarana membangun demokrasi yang substantif dan mengakhiri transisi dan segala bentuk eksperimen politik yang selama ini ditengarai semakin menjauhkan kehidupan kebangsaan dari misi reformasi dan cita-cita nasional 1945," terang Najieh. 


Najieh menambahkan, demokrasi yang serba bebas tanpa tanggungjawab moral hanya menghasilkan kehidupan politik nasional yang sarat transaksional, korupsi, politik dinasti dan gaya hidup elit yang jauh dari standar moralitas agama dan budaya luhur bangsa Indonesia.


"JARI mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Pilkada yang bermutu, demokratis, konstitusional, dan berkeadaban," Imbuhnya. 


JARI memdorong Komisi Pemilihan Umum (KPU), agar menuntaskan hal-hal yang berkait langsung dengan penyelenggaraan Pemilu terutama Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara cepat, objektif, profesional, akuntabel dan terbuka sehingga tidak ada seorangpun warga negara yang kehilangan hak konstitusionalnya. 


Selain itu, JARI juga mendorong Bawaslu  beserta jajaran untuk lebih aktif dan proaktif menegakkan aturan sehingga dapat meminimalkan pelanggaran.


"Kami bersama elemen masyarakat bertekad menjadikan Pilkada Rembang sebagai tonggak sejarah untuk menghasilkan Bupati dan Wakil Bupati yang kompeten, amanah serta berakhlak; mengakhiri praktik demokrasi prosedural-transaksional untuk mendapatkan pemimpin yang memiliki komitmen sebesar-besarnya berkhidmat bagi kemajuan Kabupaten RembangRembang, " tegasnya. 


Najieh mengajak seluruh masyarakat Rembang untuk menggunakan hak politiknya secara cerdas dan bermartabat, menjunjung tinggi kejujuran dan kebersamaan, serta terus mengawasi para Calon Kepala Daerah yang telah dipilih agar benar-benar menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya. (Aba) 

Kirim Komentar: