Tiga peristiwa penting tersebut adalah gempa dahsyat di India, jatuhnya Pulau Miangas ke tangan Hindia-Belanda hingga tewasnya aktivis HAM Martin Luther King Jr.
Pantai Wolo di Miangas. (Dok.Wikipedia)
REMBANGCYBER.net - Bermacam peristiwa penting terjadi pada tanggal 4 April.

Guna menambah wawasan, Rembangcyber merangkum tiga peristiwa penting yang terjadi pada hari ini sebagaimana kami kutip dari Wikipedia.

Tiga peristiwa penting tersebut adalah gempa dahsyat di India, jatuhnya Pulau Miangas ke tangan Hindia-Belanda hingga tewasnya aktivis HAM Martin Luther King Jr. Berikut ini ulasannya.

1905 - Ribu Orang Tewas saat Gempa di India
Gempa dahsyat di wilayah Kangta, India, ini terjadi pada 1905. Akibat gempa tersebut sebanyak 20 ribu orang meninggal dunia.

Setelah gempa ini, sejumlah pihak langsung melakukan langkah-langkah preventif agar korban jiwa tidak bertambah banyak.

1928 - Jatuhnya Pulau Miangas ke Tangan Hindia Belanda
Miangas adalah pulau terluar Indonesia yang terletak paling utara dekat perbatasan Indonesia dengan Filipina. Pulau ini termasuk ke Desa Miangas, Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Miangas adalah salah satu pulau yang tergabung dalam gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Filipina. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sehingga rawan masalah perbatasan terorisme serta penyelundupan.

Belanda menguasai pulau ini sejak 1677. Filipina sejak 1891 memasukkan Miangas ke wilayahnya. Miangas dikenal dengan nama La Palmas dalam peta Filipina.

Belanda kemudian bereaksi dengan mengajukan masalah Miangas ke Mahkamah Arbitrase Internasional. Mahkamah Arbitrase Internasional dengan hakim Max Huber pada 4 April 1928 memutuskan Miangas sah menjadi milik Belanda (Hindia Belanda) kini Indonesia.

1968 - Aktivis HAM Martin Luther King Tewas Jr. Dibunuh
Martin Luther King Jr. adalah pendeta baptis dan aktivis hak asasi manusia (HAM) asal Amerika Serikat yang menjadi juru bicara dan pemimpin gerakan hak sipil pada 1954 sampai 1968.

Ia dikenal karena menuntut hak sipil dengan cara non-kekerasan dan ketidakpatuhan sipil sesuai ajaran Kristen dan terinspirasi oleh aktivisme damai Mahatma Gandhi.

Pada 14 Oktober 1964, King dianugerahi nobel perdamaian atas jasanya melawan kesenjangan ras melalui perlawanan damai. Pada 1965, ia ikut memimpin Pawai Selma ke Montgomery.

Tahun selanjutnya, King dan SCLC membawa gerakan ini ke Chicago untuk menyoroti persoalan segregasi perumahan. Menjelang akhir hayatnya, ia mulai menyoroti kemiskinan dan perang Vietnam.

Pada 1968, King merencanakan pendudukan rakyat di Washington DC dengan judul Poor People's Campaign, tetapi ia dibunuh oleh James Earl Ray pada April 4 di Memphis, Tennessee. (Tim RC)





Kirim Komentar: