Sementara itu, sesepuh sedulur Sikep Banjarejo Blora, Mbah Lasiyo mengatakan alam memang boleh diolah, asal jangan dirusak. Dan menurutnya hingga kini Semen Gresik sudah membuktikan jika pengelolaan alam yang dilakukan memang tidak merusak. Dan bahkan membawa kemanfaatan baru bagi alam dan lingkungan sekitarnya.
sesepuh sedulur Sikep Banjarejo Blora, Mbah Lasiyo mengatakan alam memang boleh diolah, asal jangan dirusak. (Rembangcyber)
REMBANGCYBER.net, Rembang - PT Semen Gresik dan Sedulur Sikep sepakat dalam upaya penguatan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal serta pelestarian alam dan lingkungan hidup.

Upaya penguatan ini penting sebagai warisan nilai-nilai luhur untuk generasi masa depan.

Komitmen tersebut merupakan buah dari kegiatan "Sarasehan Sikep Kumpule Balung Pisah Nguri-Nguri Budoyo Sareng PT Semen Gresik" yang digelar di Pendopo Agung Sedulur Sikep Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Perwakilan manajemen PT Semen Gresik Syaichul Amin mengatakan hubungan baik antara perusahaan persemenan terkemuka ini dengan sedulur sikep sudah berjalan lama, bahkan sebelum pabrik rembang beroperasi. Hubungan baik itu terjalin lantaran tidak adanya perbedaan dalam nilai-nilai dasar yang dipedomani kedua belah pihak.

"Silaturahmi dan komunikasi antara kita bukan kali ini saja. Semisal saat pagelaran wayang kulit untuk memeriahkan HUT ke-6 PT Semen Gresik beberapa waktu lalu, kita juga komunikasi bahkan Mbah Lasiyo dan sesepuh sedulur sikep lainnya hadir ikut memeriahkan. Hal ini bisa terjadi karena kita punya komitmen yang sama untuk menjaga budaya dan kearifan lokal termasuk soal alam," kata Syaichul Amin yang juga Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik ini, Selasa (3/3/2020).

Untuk diketahui, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan kearifan lokal sedulur sikep sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Kearifan lokal itu menambah kekayaan khazanah budaya di Tanah Air. Beberapa kearifan lokal ala sedulur sikep ini seperti sikap menghargai dan menghormati sesama manusia hingga komitmen menjaga alam.

Menurut Syaichul Amin, ajaran sedulur sikep tentang pentingnya menjaga alam selaras dengan konsep pembangunan industri yang selaras dengan kelestarian lingkungan hidup dan berkelanjutan yang dipedomani Semen Gresik. Dan komitmen itu sudah dipraktikkan Semen Gresik selama bertahun-tahun.

Salah satu wujudnya berupa kegiatan reklamasi pascatambang yang diterapkan di Tuban. Eks area tambang Tuban 1 kini sudah menjadi hutan dengan berbagai keanekaragaman hayatinya. Bahkan lebih hijau dari saat sebelum ditambang. Lokasi eks tambang itu berubah menjadi “Arboretum Bukit Daun Hutan Koleksi dan Konservasi” yang menjadi destinasi wisata baru warga Tuban dan sekitarnya.

"Kita mau mengajak sedulur sikep untuk melihat langsung area Arboretum Bukit Daun di Tuban. Kita juga akan buat Arboretum Bukit Daun Hutan Koleksi dan Konservasi di Rembang. Bahkan dengan konsep yang lebih baik lagi. Tuban adalah gambaran masa depan Rembang,” jelas Syaichul Amin.

Sementara itu, sesepuh sedulur Sikep Banjarejo Blora, Mbah Lasiyo mengatakan alam memang boleh diolah, asal jangan dirusak. Dan menurutnya hingga kini Semen Gresik sudah membuktikan jika pengelolaan alam yang dilakukan memang tidak merusak. Dan bahkan membawa kemanfaatan baru bagi alam dan lingkungan sekitarnya.

"Ibu bumi wis maringi, ibu bumi tansah dijogo supoyo lestari. Semen Gresik sampun mbuktikaken ngelestariaken ibu bumi engkang sampun maringi. Kanti upoyo reklamasi, kanti upoyo reboisasi," tandas Mbah Lasiyo didampingi sedulur sikep lainnya. (Ril)

Kirim Komentar: