"Semen Gresik berkomitmen berbagai proses yang dilakukan harus berkelanjutan. Karena selain ramah lingkungan, upaya itu juga berbuah efisiensi di berbagai lini. Ujungnya akan lebih meningkatkan daya saing kita dalam bisnis persemenan yang kian kompetitif," kata Mukhamad Saifudin, saat kegiatan Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau, Rintisan Teknologi Litbang Unggulan, Sarana Penelitian Industri Terapan Penyerahan Sertifikat Industri Hijau tahun 2019 yang digelar di Gedung Kementerian Perindustrian RI, Jakarta, Senin (16/12/2019).
Semen Gresik terima penghargaan dari Kemenperin di Jakarta, Senin (16/12/2019). (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, JAKARTA -  Kementrian Perindustrian RI dan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) menganugerahkan Penghargaan Industri Hijau dan Sertifikasi Industri Hijau kepada PT Semen Gresik, Senin (16/12/2019) di Jakarta.

Penghargaan yang diserahkan oleh Sekjend Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono dan dihadiri pejabat kementerian dan lembaga, duta besar hingga KADIN ini kian menegaskan visi PT Semen Gresik sebagai perusahaan persemenan terkemuka yang ramah lingkungan dan paling efisien di kawasan Asia Tenggara.

Penghargaan yang diraih Semen Gresik untuk kategori industri besar. Capaiannya tergolong istimewa karena menempati peringkat teratas yakni level 5 dengan interval nilai 90,1 - 100.

Proses verifikasi dan penilaian kedua penghargaan yang dilakukan oleh tim assessment dan audit dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan instansi terkait lainnya ini meliputi berbagai hal. Mulai dari proses produksi yang meliputi progam efisiensi produksi, materal input, energi, air, teknologi proses, SDM dan lingkungan kerja di ruang produksi.

Lalu kinerja pengelolaan limbah/emisi (progam penurunan emisi gas rumah kaca, sarana pengelolaan hingga pemenuhan baku mutu lingkungan) dan terakhir manajemen perusahaan yang meliputi standar operasi, CSR, penghargaan hingga kesehatan karyawan.

Direktur utama PT Semen Gresik, Mukhamad Saifudin menyampaikan penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen perusahaan yang telah melakukan berbagai upaya signifikan terkait efisiensi penggunaan sumber daya material, energi dan air. Penghargaan ini juga menegaskan jika berbagai aktivitas yang dilakukan Semen Gresik sesuai dengan regulasi dan kebijakan pemerintah.

"Semen Gresik berkomitmen berbagai proses yang dilakukan harus berkelanjutan. Karena selain ramah lingkungan, upaya itu juga berbuah efisiensi di berbagai lini. Ujungnya akan lebih meningkatkan daya saing kita dalam bisnis persemenan yang kian kompetitif," kata Mukhamad Saifudin, saat kegiatan Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau, Rintisan Teknologi Litbang Unggulan, Sarana Penelitian Industri Terapan Penyerahan Sertifikat Industri Hijau tahun 2019 yang digelar di Gedung Kementerian Perindustrian RI, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 % hingga tahun 2030. Komitmen itu ditindalanjuti dengan berbagai kebijakan. Salah satunya Peraturan Menteri Perindustrian tentang Peta Panduan Pengurangan Emisi CO2 Industri Semen di Indonesia.

Terkait emisi gas rumah kaca, Semen Gresik berhasil menurunkan CO2 sebanyak 123 ton dalam setahun terakhir. Capaian ini didukung dengan efisiensi air sebesar 17,70 %. Bahkan pemakaian recycle water tercatat sebesar 100%. Sedang efisiensi energi panas sebesar 7.54%. Efisiensi energi listrik capaiannya 10.90%. Terkait efisiensi pemakaian bahan baku capaian Semen Gresik sebesar 8.30%. Selain itu, penggunaan material alternatif sebagai substitusi bahan baku sebesar 2.04%.

“Overall Equipment Effectiveness (OEE) Semen Gresik Pabrik Rembang tercapai 75%. Capaian positif ini akan terus kita tingkatkan. Tahun 2020, kita targetkan bisa meraih ISO 50001:2011 tentang Sistem Manajemen Energi,” jelas Mukhamad Saifudin.

Sekjend Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan Penghargaan Industri Hijau dan Sertifikasi Industri Hijau akan menaikkan daya saing industri. Sebab saat ini pasar peduli dengan industri yang concern kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi, perusahaan yang meraih penghargaan berhak menggunakan logo industri hijau sesuai ketentuan yang ditetapkan. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif yang saat ini masih dalam proses pengkajian.

"Insentif bisa berupa fasilitas fiskal sesuai ketentuan dan non fiskal semisal pelatihan penerapan industri hijau. Tahun depan kita targetkan ada lebih banyak perusahaan yang mengikuti kebijakan industri hijau karena bisa menaikkan daya saing industri," tandasnya.

Penghargaan Industri Hijau dan Sertifikasi Industri Hijau ini melengkapi berbagai penghargaan lain yang diraih Semen Gresik terkait pengelolaan lingkungan.

Tahun ini, Semen Gresik juga meraih Proper Biru dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), penghargaan Good Mining Practice (GMP) dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng hingga ISO 14001:2015 tentang Manajemen Lingkungan. (Muh/SG)

Kirim Komentar: