Komunitas Terong Gosong menggelar Kopi Darat (Kopdar) dan Diskusi di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien, Leteh Rembang, Kamis (3/1/2019).
Diskusi Terong Gosong di Pondok Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Kamis (3/1/2019). (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, REMBANG - Komunitas Terong Gosong menggelar Kopi Darat  (Kopdar) dan Diskusi  di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh Rembang, Kamis (3/1/2019).

Diskusi bertemakan Menuju Fikih Peradaban dengan moderator Gus Aunullah mengahdirkan tiga nara sumber yakni; Presiden  Terong Gosong KH Yahya Cholil Staquf, KH Ahmad Nadhif Mujib dan KH Abu Yazid Albustomi.

Ketua panitia, Sofian J Anom, mengatakan  kopdar merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh komunitas Terong Gosong untuk merajut tali silaturahmi sekaligus membahas isu-isu global utamanya tentang kemanusiaan.

"Terkait tema diskusi kali ini memang spesial, yakni Menuju Fikih Peradaban. Kami melihat saat ini tengah terjadi krisis yang luar biasa. Tidak hanya terjadi di timur tengah, tapi juga terjadi di berbagai belahan dunia.
KH Yazid Albustomi, salah satu nara sumber diskusi Terong Gosong. (Rom/Rembangcyber)

Krisis ini sudah pada krisis kemanusiaan bahkan bisa dikatakan sudah sampai pada krisis peradaban. Kami inggin para anggota Terong Gosong utamanya santri bisa turut urun rembug terkait hal itu," ucap Anom, Kamis (3/1/2018).

Sementara itu  Presiden Terong Gosong, KH Yahya Cholil Staquf  mengatakan, saat ini di berbagai belahan dunia tengah terjadi krisis yang luar biasa.

Salah satu upaya untuk bersungguh-sungguh mewujudkan perdamaian global sudah diprakarsai oleh Gerakan Pemuda Ansor bersama tokoh tokoh lintas agama dari berbagai negara di dunia melalui Seruan Nusantara yang tercetus dalam kegiatan 2nd Global Unity Forum (GUF) yang digelar Pimpinan Pusat GP Ansor di Yogyakarta, 26 Oktober 2018 silam.

Dikatakan Gus Yahya, saat GUF dicetuskan dua hal penting yakni Seruan Nusantara dan Manifesto Nusantara.

"Poin utama Seruan Nusantara adalah mengajak semua pihak untuk bersama membangun konsensus global dalam mencegah dijadikannya Islam sebagai senjata politik bagi siapa saja karena akan menimbulkan bahaya yang luar biasa. Islam itu untuk kemaslahatan seluruh umat manusia," ucap Gus Yahya.
KH Yahya Cholil Staquf bersama kiai lainnya usai khataman Kitab Sulam Taufiq. (Rom/Rembangcyber)

Gus Yahya menegaskan, Seruan Nusantara juga mengajak kepada siapapun untuk keluar dari pemahaman sempit tentang beragama sehingga tidak terjebak  dalam kungkungan dogma beragama yang sempit yang bisa memicu kebencian komunal.

Diskusi berjalan gayeng sejak pukul 11.00 WIB hingga jelang Maghrib. Turut hadir dalam diskusi ini Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor  Gus Yaqut Cholil Qoumas. Diskusi ditutup dengan doa dari KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan khataman Kitab Sulam Taufiq dan dilanjutkan kopdar.
Sofian J Anom, Ketua Panitia Kopdar Terong Gosong. (Rom/Rembangcyber)

Terong Gosong  sendiri dikenalkan  oleh KH Yahya Cholil Staquf pada 13 Mei 2009 melalui grup facebook.

Saat membuat grup Terong Gosong, kiai yang  pernah menjadi Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan saat ini menjadi Katib ‘Aam PBNU dan juga anggota Wantimpres Presiden Joko Widodo mengaku, kali pertama membuat Terong Gosong yang kondang dengan mottonya; ketawa dengan serius bukan senda gurau ini berharap Terong Gosong dapat mendokumentasikan cerita-cerita di seputar pesantren dengan memanfaatkan teknologi internet melalui media sosial facebook. (Rom)


Kirim Komentar: