Puluhan komunitas di Kabupaten Rembang berkunjung ke Pabrik Semen Gresik di Tuban, Jumat (28/12/2018).
Pegiat Komunitas Rembang berkunjung ke Pabrik Smen Gresik, Tuban. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, TUBAN - Puluhan pegiat komunitas di Kabupaten Rembang berkunjung ke Pabrik Semen Gresik di Tuban, Jumat (28/12/2018).

Mereka diantaranya berasal dari
Green Environment Community
(GEC), Info Seputar Rembang (ISR), Forum Anak Desa (FAD) Warugunung, Yamaha Vixion Club (YVCI), Ikatan Mas dan Mbak Rembang ( IMMR), Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (PNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Forum  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), All Varian Gneration Riders (ALIGATOR), Sahabat Najwa Camelia (SNC), PMMR, United Indo Rembang, Mural, Sinar Mulya, TRC King, Jejak Musang Rembang Indonesia (Jemari ) dan YPPI Rembang.

Rombongan disambut oleh Humas PT Semen Gresik, Sugiyanto.

Sebelum diajak berkeliling di kawasan pabrik dan area tambang, mereka  mendapat penjelasan singkat bagaimana Semen Gresik melakukan penambangan dan perawatan pasca tambang dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

"Dengan kunjungan ini diharapkan para pegiat komunitas di Rembang dapat melihat secara langsung bagaimana proses penambangan yang dilakukan PT Semen Gresik dan perawatan pasca tambang, serta bagaimana menjaga ketersediaan air yang selama ini sering dikhawatirkan oleh sebagian masyarakat yang berada di sekitar pabrik Rembang," terang Sugiyanto.

Pegiat komunitas menanam aneka pohon di kawasan taman bekas lahan tambang. (Rom/Rembangcyber)


Kepala seksi Reklamasi Tambang, Eko Purnomo menegaskan penambangan yang dilakukan Semen Gresik senantiasa memperhatikan kelestarian alam, termasuk memperhatikan keberadaan air bawah tanah sesuai dengan aturan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"Penambangan kita batasi, disesuaikan dengan aturan Amdal. Kalau di sini batas penggalian kita atas elevasi 30 meter di atas permukaan laut sehingga tidak mengganggu keberadaan air bawah tanah.

Kami di sini juga membuat green belt yang mengelilingi tambang. Pasca tambang kita reklamasi dengan melakukan penanaman penghijauan termasuk pembuatan taman-taman. Ini wujud komitmen kami untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan, " terang Eko Purnomo.

Usai pemaparan dan diskusi, rombongan muda-mudi pegiat komunitas ini selanjutnya diajak berkeliling pabrik dan area tambang.

Mereka berkesempatan melihat embung penampungan air yang merupakan bekas tambang. Embung ini selain digunakan untuk mencukupi kebutuhan pabrik juga dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian warga.

Area sabuk hijau atau green belt di bekas lokasi tambang juga tampak tanaman jagung yang tumbuh subur. Para petani memanfaatkan lahan bekas tambang itu untuk bercocok tanam.

Selanjutnya, rombongan berkesempatan melihat lahan bekas tambang yang telah disulap menjadi taman hijau, arboretum, maupun lahan budidaya pertanian.

Komunitas IMMR turut serta dalam penanaman pohon di areal bekas tambang Pabrik Semen Gresik di Tuban. (Rom/Rembangcyber)


Di tempat ini, para pegiat komunitas turut serta melakukan penghijauan dengan menanam berbagai tanaman buah dan tanaman lainnya.

"Senang sekali bisa melihat langsung Pabrik Tuban. Ternyata, tidak seperti yang kita bayangkan sebelumnya. Habis ditambang dibiarkan  gundul tak terawat. Eh ternyata tidak. Lahan bekas tambang disulap menjadi lahan pertanian dan taman. Dan benar-benar tamannya cocok untuk anak muda," ujar Rendi, anggota YVCI Rembang.

Lokasi yang asri ini juga dibuka secara umum untuk masyarakat yang hendak berwisata. Lokasinya tepat berada di belakang kompleks pabrik Semen Gresik Tuban.

PT Semen Gresik sendiri telah beberapa kali meraih penghargaan tentang pengelolaan lingkungan pertambangan sejak tahun 2015 hingga saat ini. (Rom)

Kirim Komentar: