Bupati Rembang H Abdul Hafidz mewanti-wanti kepada para bidan di Kabupaten Rembang untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat utamanya terkait masalah kesehatan ibu dan bayi.
Bupati Rembang, H Abdul Hafidz di hadapan bidan- bidan. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, KOTA - Bupati Rembang H Abdul Hafidz mewanti-wanti kepada para bidan di Kabupaten Rembang untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat  utamanya terkait masalah kesehatan ibu dan bayi.

Hal itu penting dilakukan guna mengurangi kasus kematian pada ibu dan bayi saat proses maupun pasca persalinan.

"Sebagai ujung tombak di lapangan  bidan harus menunjukkan kualitas kerja. Terutama Bidan PTT yang telah diangkat sebagai PNS.

Pasalnya pengangkatan PNS ini melalui MoU dengan Kementerian Kesehatan dan KPK sehingga akan terus diawasi dan dievaluasi kinerjanya.

Pengangkatan Bidan PTT menjadi PNS ini selain menggembirakan juga menjadi tanggungan karena harus menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding saat berstatus PTT," ucap Bupati Hafidz saat kegiatan Upaya Penurunan
Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (ABI), Stunting dan Gizi Buruk yang diikuti 330 bidan di Kantor Setda Rembang, Rabu (26/12/2017).

Di Kabupaten Rembang, hingga November 2018, kasus kematian ibu mencapai 9 kasus.

Rata-rata penyebabnya adalah pendarahan 22 persen, infeksi 11 persen, eklampsia atau kejang 45 persen. Sedangkan 22 persen penyebabnya lainnya, seperti penyakit jantung.

Sedangkan kasus kematian bayi hingga Desember 2018 tercatat 139 kasus.

Penyebab terbesar karena Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) mencapai 33 persen.

Guna menekan kasus AKI, ABI, stunting dan gizi buruk, Dinas Kesehatan Rembang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis  diantaranya pelayanan kesehatan remaja (0-18 th), pelayanan kesehatan calon pengantin, pelayanan kesehatan pasangan usia subur dan pembentukan posyandu remaja di 294 desa/ kelurahan di Rembang. (Rom)

Kirim Komentar: