Petani Bengkuang tengah membersihkan bengkuang hasil panenan dari sisa tanah yang menempel. Foto (Rom/Rembang Cyber)
PAMOTAN, REMBANGCYBER. COM -Petani bengkuang  asal Desa Jape Kecamatan Pamotan panen raya .

Tahun ini, mereka memgembangkan varietas bengkuang unggul di lahan seluas 0,5 hektare. Hasil panenan sesuai harapan.

Sebelum panen mereka sempat cemas Pasalnya, tanaman bengkuang yang dipanen saat curah hujan tinggi  akan mempengaruhi  kualitas dan rasa sehingga berdampak pada harga jual.

Salah seorang petani bengkuang asal Desa Jape  Kecamatan Pamotan, Mudi  mengatakan kendati curah hujan yang turun beberapa bulan ini cukup  tinggi namun kualitas hasil panennya bagus.

"Alhamdulilah  buahnya besar -besar dan tidak keriput padahal beberapa bulan ini  curah hujan sangat tinggi. Hasil panen bengkuang ini  dibeli oleh pengepul untuk dijual di pasar lokal seperti Pasar Pamotan, Lasem dan Rembang," terangnya, Selasa (27/3/2018).

Di tingkat petani, harg bengkuang berkisar Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per kilogram. Selanjutnya, oleh pengecer bengkuang dijual dengan sistem ikat. Harg perikat berkisar Rp 7.500 hinga Rp 10.000.

Dengan harga tersebut, petani masih untung besar lantaran biaya produksi tidak terlalu besar serta perawatannya relatif lebih mudah.

"Harga sangat memuaskan. Musim depan, kita akan menambah luasan lahan," pungkas Mudi. (Rom)

Kirim Komentar: