Polisi bubarkan demonstran dengan tembakan water canon saat simulasi Sispamkota. Foto (Rom/Rembangcyber)

REMBANG, REMBANGCYBER.COM - Ratusan orang berunjuk rasa di depan Kantor KPU Kabupaten Rembang. Mereka tidak puas dengan sikap anggota KPPS Desa Waru, Kecamatan Rembang, yang dianggap tidak profesional  dalam menjalankan tugasnya sehingga mengakibatkan hilangnya hak salah seorang warga untuk memberikan suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah di Kabupaten Rembang.

Awalnya, demo berjalan tertib. Tidak adanya titik temu antara perwakilan demonstran dengan komisioner KPU Rembang mengakibatkan demo berubah ricuh.

Massa mulai tersulut emosi oleh provokasi yang dilakukan sebagian pendemo untuk melawan petugas kepolisian. Kericuhan tak terhindarkan. Massa melakukan pelemparan kepada petugas dengan botol bekas minuman kemasan dan benda keras lainnya.

Tak ingin terpancing, pihak kepolisian mengimbau agar massa melakukan demo dengan tertib. Namun peringatan tersebut tidak digubris. Massa semakin liar.

Aparat kepolisian pun melakukan tindakan tegas dengan melepas anjing. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Massa semakin beringas. Satu regu Dalmas dan Brimob dibantu aparat TNI dikerahkan untuk menghalau massa.

Keadaan semakin tak terkendali. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata  dan water canon ke arah pengunjuk rasa sehingga massa berhasil dipukul mundur. Dengan sigap polisi bersama TNI mengamankan Kantor KPU Rembang yang merupakan salah satu obyek vital, yang hendak dibakar massa.

Semua peristiwa tersebut bukanlah kejadian sesungguhnya melainkan rekayasa  simulasi Sistem Pengamanan (sispam) Kota yang dilakukan Polres Rembang untuk pengamanan Pilgub Jateng 2018 yang digelar di Jalan Kartini, Rabu (28/3/2018) pagi.

Acara tersebut disaksikan langsung Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Arh Andi Budi Sulistianto, Ketua KPU Rembang Minanus Su'ud, Panwas Kab Rembang dan tamu undangan lainnya.

Selain itu juga disimulasikan kegiatan  lainnya seperti penangkapan pelaku penyebaran berita hoaks pada masa kampanye oleh unit cyber throop,  pengamanan distribusi kotak suara, pengamanan saat pemungutan dan penghitungan suara.


Kapolres Rembang,  AKBP Pungky Bhuna Santoso mengatakan simulasi Sispamkota yang dilaksanakan Polres Rembang bersama unsur TNI dan stakeholder sebagai wujud kesiapan Polres Rembang untuk mengamankan pelaksanaan Pilgub Jateng 2018.

"Ini bertujuan memberikan perlindungan dan pengayomam kepada masyarakat pada pelaksanaan Pilgub Jateng tahun 2018 di Kabupaten Rembang. Intinya, kami jajaran Polres Rembang siap untuk melakukan pengamanan Pilgub Jawa Tengah," tegasnya, Rabu (28/2/2018).

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mengajak semua elemen masyarakat termasuk aparatur sipil negara, penyelenggara dan pengawas untuk bersikap netral sehingga terjaga iklim yang kondusif dalam pelaksanaan Pilgub Jateng.

“Kita ingin di Kabupaten Rembang pada pilgub nanti berlangsung aman dan kondusif," ucapnya. (Rom)

Kirim Komentar: