REMBANG, RC - Petani garam di Kabupaten Rembang mengeluhkan harga jual garam di pasaran yang mengalami penurunan drastis dalam sebulan terakhir.
Stok garam melimpah


Salah seorang petani garam di Desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori, Suhendro mengatakan, pada awal musim panen harga garam grosok mencapai Rp300 per kilogram. Saat ini harga turun drastis menjadi Rp160 per kilogram.

Petani sebenarnya berusaha untuk mempertahankan harga jual dengan cara menyimpan garam di gudang. Namun, karena tidak memiliki modal yang kuat, garam hasil panen terpaksa dijual ke pasaran meski dengan harga yang rendah.

"Kami tidak dapat menyimpan garam lebih lama, karena butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari, " ucap Hendro, Sabtu (7/11).

Untuk garam kualitas 1 (putih), harga di pasaran dibandrol Rp230 per kilogram. Sedang garam kualitas super (garam terpal) harga di pasaran mencapi Rp270-Rp300 per kilogram.

Hal sama dikatakan petani garam lain,  Tarwi. Menurutnya, anjloknya harga garam lokal dikarenakan stok garam yang melimpah.

"Stok yang ada sangat melimpah. Sesuai hukum ekonomi, harga anjlok karena stok banyak," katanya.

Petani garam berharap harga garam tidak terus mengalami penurunan, agar petani tidak merugi. (AM)

Kirim Komentar: